Allah menciptakan manusia dengan berbagai unsur dan unsur yang paling dominan dalam diri manusia adalah unsur ardhi dan unsur samawi Unsur ardi adalah jasmaniah yang terdiri dari beberapa unsur diataranya: unsur tanah, api, air dan udarah dan unsur samawi adalah rohaniah . Sebagaimana firman-Nya dalam surah al-alaq yang artinya “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”(Q.S Al-Alaq;2).
Kenyataan ini diakui oleh nilai filsafat sejak zaman Yunani samPendidikan Islam sekarang. Dimana antara unsur ardi dan unsur samawi dibutuhkan keseimbangan supaya tidak berat sebelah. Dewasa ini makin terasa perlunya manusia dibentengi dengan nilai-nilai luhur agama, mengingat pengaruhnya yang besar terhadap kehidupan manusia. Keduanya dapat menyeret manusia pada kelalaian, kealpaan dan lupa diri. Kelalaian dan kealpaan ini dapat disebabkan oleh kesibukan dalam rangka memenuhi tuntutan kebutuhan materi yang tak kunjung puas itu.
Allah mengutus para nabi dan rasul dengan membawa misi yang sama yaitu mengEsakan Allah (mentauhidkan Allah ). Untuk beribadah kepadanya karena itulah tujuaan diciptakanya manusia. Dari nabi adam as sampai nabi yang terakhir membawa agama tauhid yaitu islam, dan disempurnakan oleh rasul yang terakhir selain membawa misi ketauhidan tapi juga membawa misi moralitas (akhlakul karimah), sebagaimana sabda rasulullah yang artinya “ sesungguhnya aku di utus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak”. Beliau mendidik bangsa arab jahiliyah yang tidak punya adab menjadi manusia-manusia luhur yang berbudi pekerti yang baik serta mendidik umat manusia dengan pendidikan moral dengan mencontoh beliau. Begitu pula yang dicita-citakan oleh pendiri muhammadiyah K.H Ahmad Dahlan telah meletakkan landasan dasar pendidikan yavg harus dikembangkan,yaitu pendidikanakhlak,individu,dan sosial.Yangdimaksud pendidikan akhlak adalah menanamkan sejak sejak dini nilai-nilai keagamaan yang terpuji kedalam peserta didik Muhammadiyah yang terefleksikandalam prilaku,sikap dan pemikiran dalam kehidupan sehari-hari,Pendidikan individual adalah pendidikan akal,yakni memberikan ransangan untuk berkembangnyapotensi dayaaya berpikirnya anak didk secara maksimal.Adapun pendidikan sosial adalah menanamkan kepekaan sosial kepada peserta peserta didik terhadap persoalan-persoalan sosial yang menimpa sesame manusia tanpa membedakan suku,ras dan agama.Jika hal ini dihubungkandengan kecerdasan yang harus dikembangkan dalam diri peserta didik,maka tiga kecerdasan itulah yang harusdiperhatikan,yaitu SQ(Spiritual Quotient),QI(Intellectual Quotent),dan EQ(Emational Quotient).Ketiganya bukan wilayah yang terpisah ,melainkan satu kesatuan integral.Oleh karena itu untuk mencapai hasil pendidikan secara maksimal model pondok pesantren adalah suatu keniscayaan.
Masyarakat modern telah berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih untuk mengatasi berbagai masalah kehidupannya, namun pada sisi lain ilmu pengetahuan dan teknologi canggih tersebut tidak mampu menumbuhkan moralitas (akhlak) yang mulia. Dunia modern saat ini, termasuk di Indonesia ditandai oleh gejala kemerosotan akhlak yang benar-benar berada para taraf yang mengkhawatirkan. Kejujuran, kebenaran, keadilan, tolong menolong dan kasih sayang sudah tertutup oleh penyelewengan, penipuan, penindasan, saling menjegal dan saling merugikan. Di sana sini banyak terjadi adu domba dan fitnah, menjilat, mengambil hak orang lain sesuka hati dan perbuatan-perbuatan biadab lainnya. Hal ini bukan isapan jempol belaka, Kemerosotan moral yang melandan gernerasi mudah (anak bangsa ) sering bukan rahasia umum lagi, contoh penomena geng motor yang sedang marak di kota-kota besar seperti bandung dan jakarta, yang menggangu ketertiban umum, tauran adalah makanan pokok para pelajar dan bahkan para mahasiawa yang menamakan dirinya sebagai agen perubahan, perampokan dan pencurian yang dilakukan oleh para pelajar bukan hal tabuh lagi. Ini bukan dari kalangan laki-laki saja bahkan para wondrwoment juga tak mau ketinggalan dengan perkelahian serta poto bugil mereka. Jangankan para pemuda para pemimpi bangsa inipun takmau kalah dengan para anak bangsa. Mereka sebagai tulang punggung negarapun tak mau kalah dengan kasus-kasus mereka seperti perselinggukulan, penipuan pemerkosaan harta rakyat, penindasan serta yang tidak bisa dihilangkan dimuka bumi pertiwi ini yaitu koripsi yang sudah menjadi kebiasaan yang laten dan tidak bisa dihilangkan. Jangan kan para pelajar para pemangku pendidikanpun tak mau ketinggalan dengan aksi moralitas mereka yang bobrok, mereka tidak segan-segan memperkosa, menipuh siswa mereka dengan imimingan nilai dan uang.
Pendidikan merupakan bagian vital dalam kehidupan manusia, pendidikan (terutama Islam) dengan berbagai coraknya yang berorientasi memberikan bekal kepada manusia (peserta didik) untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, semestinya pendidikan (Islam) selalu diperbaharui konsep dan aktualisasinya dalam rangka merespon perkembangan zaman yang selalu dinamis dan temporal, agar peserta didik dalam pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan hidup setelah mati (eskatologis) tetapi kebahagiaan hidup di dunia juga bisa diraih.
Adapun pengertian pendidikan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS mendefinisikan pendidikan sebagai ‘ usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengandalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara,’(Usulan Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan Bermutu 2010-1015, 1).
Hakekat pendidikan agama menurut Abd rahman saleh mengartikan bahwa pendidikan agama islam adalah usahaberupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik supaya kelak setelah selsai pendidikannyadapat memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama islam usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik diharapkan agar kelak setelah selsai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama islam seta menjadikanya way of life (jalan hidup).
Tetapi apa yang dilakukan oleh pemerintah, intitusi pendidikan, yang ada hanyalah kriminalisasi pendidikan dengan mengesahkan undang-undang BHP yang mana demi mencari keuntungan semata, yang ada hanyalah pembodohan, pembodohan dan pembodohan terhadap rakyat kecil. Mereka bagaikan lintah darat yang menghisap darah rakyat sediit demi sedikit dengan berkedokkan kepentingan rakyat. Mereka gagal menjalanjan amanat para pendahulu kita sebagaimana yang terteah dalam pembukaan uud 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaiman mereka akan mampu melaksanakancita-cita tersebut kalau mereka kerja haya setengah hati, jangankan mengerjakan tugas, mereka kebanyakan main facebookkan minimal main game. Dengan mengunakan fasilitas rakyat pada jam kerja, dan alahasil mereka makan gaji buta. Mereka tidak mau kerja jika gaji tidak naik serta tidak naik mobil 1,3 T, mereka tidak mau belajar dengan orang gila, coba kita cermati bagamana orang gila yang punya rasa syukur yang tinggi, rasa sabar yang tinggi, serta mereka beraktiftas lebih banya dari pada tidur, mereka bersyukur dengan cara menerimah pemberiaan orang atau bahkan mengambil dari baksampah kemudian mereka memakannya dengan penu nikmat, mereka bersabar walaupun orang menghina dan mecemooh mereka, mereka beraktifitas lebih dari orang normal nengan banya berjalan dan mengais sampah. Tapi coba lihat apa yang dilakukan oleh aparatur Negara, mereka sudah diberi fasilitas dengan luar biasa mewah contoh mobil harga 5 M merka minta yang harga 1,3 Tdengan alas an kenyamanan kerja, mereka dikeritik mereka melakukan penculikan dan penembakan dan banya yang bunuh diri. Dan merka bekerja Cuma 8 jam itupun dipotong 5 jam main facebook, 1 istirhat makan, 1 jam pulang pergi dan dimana jam kerjamereka? Mereka Cuma makan gaji buta.
Dear sahabatku yang INDAH budinya... di dunia yg INDAH ini... melihat semua menjadi INDAH dikala Yang Maha INDAH membuatnya INDAH... walaupun menurut sebagian manusia bukan hal yang INDAH... maka hiduplah dalam keINDAHan sejati... Dan di hari yang INDAH ini pula kusampaikan sebuah doa yang semoga juga INDAH.... semoga sukses bahagia dalam keINDAHan selamanya.....
Sabtu, 25 Februari 2012
Kamis, 23 Februari 2012
PROGRAM KRETIVITAS MAHASISWA MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL DENGAN PEMBERANTASAN BUTA HURUF AL-QUR’AN DI DUSUN GOMBOL DESA KAYEN JUWANGI BOYOLALI
A. Judul Program
“Meningkatkan Kepedulian Sosial dengan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di dusun Gombol desa Kayen Juwangi Boyolali”
B. Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi yang memungkinkan pertukaran arus informasi, teknologi yang sangat cepat membuat setiap orang bisa mendapatkan kesempatan mengakses segala hal yang dibutuhkan. Termasuk di dalamnya adalah sistem pembelajaran Al-Qur’an. Dalam sistem pembelajaran Al-Qur’an banyak terjadi inovasi-inovasi yang mempermudah seseorang dalam belajar membaca dan menulis Al-Qur’an untuk semua umur. Banyak di temukan metode-metode baru sesuai dengan usia mereka. Diantaranya adalah metode iqra’, qiroati, tsaqifa, dan sebagainya. Sehingga dijaman yang semakin maju dan canggih ini dapat membaca dan menulis Al-qura’an bukanlah hal yang sulit. Tentu semua itu bermodal kemauan dan tekad yang kuat, tapi bagaimana dengan mereka yang mempunyai tekad dan kemauan yang kuat tetapi tidak ada kesempatan?
Membaca Al-qur’an juga termasuk kewajiban bagi setiap muslim, dan menjadikan pahalah bagi siapa saja yang membaca dan mendengarnya. Sehingga setiap muslim hukumnya wajib bisa membaca Al-qur’an. Selain mendapat pahala bisa membaca Al Qur’an merupakan kelengkapan seorang muslim karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.maka sudah sepatutnya manusia mempelajari dan mengkajinya.
Pada observasi awal yang kami lakukan dalam organisasi KAMA FAI UMS kita mendapati daerah yang pemahaman keagamaannya kurang serta rendahnya kesadaran dan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dan tidak ada yang berinisiatif untuk membantu masyarakat tersebut, serta tidak ada lembaga yang mewadahi itu. Sehigga kami warga kampus sebagai agen of change ingin membantu masyarakat tersebut.
Di dusun Gombol khususnya, dan di desa Kayen umumnya fasilitas pendidikan, kesehatan, sosial, air bersih, MCK sangatlah kecil. Di desa tersebut banyak ditemui anak-anak yang belum dapat membaca dan menulis Al-Qur’an serta tidak terdapat tempat, sarana dan prasarana pembelajaran seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an. Dengan tingkat sosial ekonomi serta pendidikan masyarakat yang rendah ditambah jauhnya jarak ke kota kecamatan maupun kabupaten menyebabkan anak-anak dan masyarakat mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang kurang memadai.
Untuk membantu memecahkan masalah sosial tersebut, pendidikan membaca dan menulis Al-Qur’an dirasa perlu di berikan dengan tujuan peningkatan SDM. Selain itu mereka juga berhak mendapatkannya. Dengan pengabdian msyarakat ini diharapkan dapat membentuk pribadi-pribadi yang berakhlak mulia dengan membaca dan menulis Al-Qur’an. Kita merasa wajib membantu mereka yang memang selayaknya mendapatkan perhatian. Itu adalah tugas kita sebagai makhluk sosial serta sebagai khalifah di muka bumi. Karena pada dasarnya mereka semua mempunyai potensi yang sama.
Dengan observasi awal kami yang tergabung dalam KAMA FAI UMS kami akan melakukan pengabdian masyarakat dengan pembinaan dalam bidang agama khususnya membaca dan menulis Al-Qur’an yang akan kami lakukan di dua tempat karena dusun itu terbagi dalam dua kelompok karena letak geografis serta rumah mereka yang berkelompok.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan beberapa masalah, antara lain:
1. Sejauh mana kesadaran masyarakat dalam beragama khususnya dalam membaca dan menulis Al-Qur’an
2. Mendirikan lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an
3. Mempersiapkan tutor yang akan membimbing mereka
4. Melaksanakan program dan mengawasinya.
D. Tujuan Program
Tujuan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat antara lain:
1. Menyadarkan masyarakat tentang pentingnya membaca dan menulis Al-Qur’an.
2. Berdirinya lembaga yang mengelola sistem pembelajaran Al-Qur’an
3. Adanya tutor yang bersedia serta berkomitment dan istiqamah dalam menjalankan amanah ini.
4. Masyarakat dapat membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar.
5. Terlaksananya program pengabdian masyarakat yang mulia ini serta dapat terkontrol dengan baik.
E. Luaran Yang Diharapkan
Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan sarana dan prasarana atau fasilitas Taman Pendidikan Al-Qur’an serta tersedianya tutor yang akan mendampingi mereka.
F. Kegunaan Program
1. Sisi Ekonomi
Masyarkat merasa terbantu karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya dalam belajar membaca dan menulis Al-Qur’an karena di kota-kota besar belajar membaca dan menulis Al-Qur’an sangat mahal.
2. Sisi sosial
a. Mengoptimalkan potensi dan peran masyarakat dalam membaca dan menulis Al-Qur’an.
b. Terciptanya tatanan masyarakat yang harmonis dengan pribadi pribadi yang beraklak mulia.
c. Dapat memanfaatkan waktu luang anak-anak yang sering terbuang sia-sia.
G. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
Sebagian besar masyarakat dusun Gombol yang akan menerima kegiatan yang melalui kegiatan pengabdian melalui PKMM (Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdiaan kepada Masyarakat) ini mayoritas mempunyai pekerjaan sebagai petani atau buruh tani, dan sedikit pedagang. Buruh tani didesa tersebut kebanyakan tingkat ekonominya rendah sehingga pendapatannya kecil. Mereka juga berpendidikan rendah karena kesadaran dalam pendidikan sangat kurang atau rendah. Apalagi pemahaman keagamaan mereka sangat kurang, terbukti dengant tidak adanya masjid yang berdiri kokoh dengan fasilitas ibadah yang baik. Masjid dibuat alakadarnya dengan papan serta tidak adanya Taman Pendidikan Al-Qur’an sebagai sarana belajar membaca dan menulis Al-Qur’an.
Kondisi geografis dusun Gombol yang terletak disisi barat waduk Kedung Ombo dan perbukitan yang dikelilingi hutan, menyulitkan untuk akses masyarakat. Karena itulah penting sekali memberikan perhatian dan fasilitas agar masyarkat dapat hidup memadai. Masyarakat sangat menyambut baik apabila perhatian dan berbagai fasilitas tersebut ada yang dapat dimanfaatkan aleh anak-anak dan masyarakat.
Di sisi lain lahan di wilayah tersebut di gunakan untuk pertanian sehingga jarak rumah penduduk banyak yang tepisah karena sekitar rumah atau belakang rumah adalah sawah atau ladang milik warga. Sehingga pemukiman warga terpisah menjadi dua bagian. Setiap bagian terdiri dari 50 sampai 55 kepala keluarga. Secara keseluruhan jumlah penduduk adalah 110 kepala keluarga dan terdiri dari 350 warga. 70 % penduduk berprofesi sebagai petani.
Dusun Gombol terletak didesa Kayen, kecamatan Juwangi dan kabupaten Boyolali. Kondisi masyarakat di dusun ini masih rendah kesadarannya dalam menciptakan hidup bersih, terbukti dengan sidikitnya warga yang mempunyai WC, dan air di daerah tersebut juga kurang bersih. Serta masih banyak rumah hewan yang berada didalam atau disamping rumah.
Disamping banyak kekurangan, dusun Gombol juga banyak kelebihannya. Kerjasama antar warga perlu kita acungi jempol dan kita tiru, ketika satu warga sakit semua warga merasakannya, dalam artian saling peduli dan perhatian satu dengan yang lain. Ikatan silaturrahmi yang kuat serta gotong-royong membuat suasana dusun ini menjadi harmonis Serta warga yang ramah kepada masyarakat lain menjadikan mereka hidup rukun.
H. Metode Pelaksanaan Program
Adapun metode yang digunakan untuk upaya peningkatan pengetahuan membaca dan menulis Al-Qur’an, antara lain:
1. Tahapan I
a. Survey Tempat
Dilakukan survey ke dusun Gombol di desa Kayen kecamatan Juwangi kabupaten Boyolali.
b. Survey Sasaran Program pada Masyarakat
Survey ini ditujukan kepada masyarakat dengan sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat sekitar.
2. Tahapan II
Setelah survey tempat dan sosialisasi, maka diharapkan tumbuh kesadaran pentingnya membaca dan menulis Al-Qur’an.
a. Memilih tempat sementara yang kondusif untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an
b. Persiapan perlengkapan untuk mempermudah proses belajar mengajar
c. Mendirikan lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an
3. Tahapan III
a. Mendatangkan tutor
b. Proses pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur.an setiap lima kali dalam satu minggu, yaitu dari hari senin sampai jum’at setiap hari pukul 15.30-17.00
4. Tahapan IV
Pada tahap ini dilakukan evaluasi dalam hal tingkat pemahaman membaca dan menulis Al-Qur’an dengan ujian tertulis dan lesan serta dialog interview langsung kepada masyarakat tentang dampak dari program ini bagi mereka.
I. Jadwal Kegiatan Program
KEGIATAN BULAN
1 2 3 4 5 6
Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Persiapan x x x x
2.pelaksanaan
a. tahap I
-. survey tempat
-. Survey masyarakat sasaran
b. tahap II
-. memilih tempat
-. persiapan perlengkapan
-. mendirikan lembaga
c. tahap III
-mendatangkan tutor
-. PBM
d. tahap IV
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
3. Pelaporan x x
J. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap :Maria Ulfa
b. NIM :G 000 060 030
c. Fakultas/Program studi :Fakultas agama islam/tarbiyah
d. Perguruaan Tinggi :Universitas Muhammadiyah
Surakarta
e. Waktu untuk kegiatan PKMM:5 hari /minggu
2. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Muammar khadafie
b. NIM : G 000 060 031
c. Fakultas/Program studi : Fakultas agama islam/tarbiyah
d. Perguruaan Tinggi : Universitas Muhammadiyah
Surakarta
e. Waktu untuk kegiatan PKMM : 5 hari /minggu
3. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Siti Nur Rahmah
b. NIM : I 000 070 013
c. Fakultas/Program studi : Fakultas agama Islam/Syari’ah
d. Perguruaan Tinggi : Universitas Muhammadiyah
Surakarta
e. waktu untuk kegiatan PKMM : 5 hari /minggu
K. Nama Dan Biodata Dosen Pembimbing
1. Nama Lengkap dan Gelar : Drs. Suharjiyanto MA.g
2. Golongan Pangkat dan NIP : Gol.III / d dan 580
3. Jabatan Fungsianal :
4. Jabatan Struktural : Wakil dekan III
5. Fakultas/Program Studi : Fakultas Agama Islam/
Usuluddin
6. Perguruan Tinggi : UMS
7. Bidang Keahlian : Fisafat Islam
8. Waktu untuk kegiatan PKMM : 5 hari /minggu
L. Biaya
1. Bahan untuk Pencarian Data dan Survey Lapangan.
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Film kamera 2 rol 45.000,00 90,000,00
2 Flash disk 2 GB 175,000,00 175,000,00
3 Cici cetak arsip 16 1500,00 24,000,00
4 perijinan 2 30,000,00 60,000,00
TOTAL 349,000,00
2. Biaya Habis Pakai
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Kertas HVS I rem 24,500,00 24,500,00
2 Tintah printer 1 buah 20,000,00 20,000,00
TOTAL 44,000,00
3. Biaya untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Iqra’ 70 buah 5,500,00 385,000,00
2 White board 2 buah 100,000,00 200,000,00
3 Spidol 10 buah 5,000,00 50,000,00
4 Buku tulis 70 buah 2,000,00 140,000,00
5 Bullpen 70 buah 1,000,00 7,000,00
6 Pensil 70 buah 700,00 49,000,00
7 Setip 70 buah 500,00 35,000,00
TOTAL 929,000,00
4. Total Expenditure.
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 PP solo boyolali 3x2 kali 40,000,00 240,000,00
TOTAL 240,000,00
5. Biaya Tutor
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Gaji Tutor / bulan 1 x 6 bulan 300.000 1.800.000
TOTAL 1.800.000
6. Laporan
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Photo copy 6 30,000,00 180,000,00
2 Penjilidan hard cover 6 8,000,00 64,000,00
3 Photo copy makalah 6 2,000,00 12,000,00
4 Dokumentasi hasil 12 3,000,00 18,000,00
5 Pengetikan 30 1,500,00 18,000,00
6 Materai 2 1,500,00 45,000,00
7 Penjilidan soft cover 6 6,000,00 12,000,00
TOTAL 349,000,00
Rekapitulasi Rincian Biaya
1. Bahan untuk pencarian dana dan survey lapangan Rp. 349.000,00
2. Biaya habis pakai Rp. 40.000,00
3. Biaya untuk taman pendidikanAl-Qur’an Rp. 929.000,00
4. Total expenditure. Rp. 240.000,00
5. Biaya Tutor Rp.1.800.000,00
6. Laporan Rp. 349.000,00
TOTAL Rp 3.707.000,00
Dafta Riwayat Hidup Ketua
Nama Lengkap : Maria Ulfa
Alamat Rumah : Ds. Bonang Rt 02/Rw 01 Kecamatan
Lasem Kabupaten Rembang
Alamat Kos : Sidomulyo Rt 02/Rw 01 Makam Haji
Kartasura
Tempat Tanggal Lahir : Rembang 10 Mei1988
No Telp. Rumah : -
No Telp. HP : 085293117864
Jenis Kelamin : Perempuan
Riwayat Hidup Sekolah
SDN 1 Bonang Tahun 1994-2000
SLTP N 2 Lasem Tahun 2000-2003
SMA N 1 Lasem Tahun 2003-2006
Pend. Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2006- Sekarang
Riwayat Organisasi
1. IMM.Muh.Abduh FAI UMS Jabatan : Kabid Kader tahun 2007-2008
2. LPMF ISLAMIKA Jabatan : Sekretaris Redaksi Tahun 2007-2008
3. HMJ TARBIYAH Jabatan : Sekretaris Hisapend tahun 2007-2008
Motto Hidup : Hidup adalah Perjuangan
Daftar Riwayat Hidup Anggota
Nama Lengkap : Muammar Khadafie
Tempat/ Tgl Lahir : Tongo, 08-Juni-1986
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat Rumah : Tongo- Sumbawa Barat- Nusa Tenggara Barat
04/02 Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang 84357
Alamat kost : Asrama IMSB makamhaji Kartasura Surakarta
Agama : Islam
Pekerjaan/Pendidikan : Mahasiswa
Status Perkawinan : Belum Kawin
Gol. Darah : A
Kegemaran : Membaca
Cita-cita : Sukses Dunia Dan Akhirat
Motto Hidup : Kesungguhan Awal Dari Keberhasilan
No Tlp/HP : 085229638188
Riwayat Hidup Sekolah
SDN TONGO 1 Tahun 1997-1998
MTs N 1 TALIWANG Tahun 1998-2001
PONDOK PESANTREN DARUSY SYAHADAH Tahun 2001-2004
MAN 1 SUMBAWA Tahun 2005-2006
Riwayat Organisasi
IMM Muh.Abduh FAI UMS sebagai Ketua LPPI Tahun 2007-2008
LPM AR-RASAIL sebagai Ketua LITBANG Tahun 2007-2008
LPMF ISLAMIKA sebagai Anggota Tahun 2007-2008
HMJ TARBIYAH sebagai Ketua HISAPEN Tahun 2007-2008
BEM UNIVERSITAS sebagai Sekretaris POP Tahun 2008-2009
BEM FAI sebagai GUBERNUR Tahun 2009
IMSB Sebagai ketua umum Tahun 2008-2009
Daftar Riwayat Hidup Anggota
Nama Lengkap : Siti Nur Rahmah
Tempat/ Tgl Lahir : Manggarmas, 23 Februari 1988
Alamat Rumah Godong Kabupaten Grobogan
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat Rumah : Ds. Manggarmas, Rt 08/Rw 04
Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan
Alamat kost : Kudusan Rt 02/Rw 05 Gumpang Kartasura
Agama : Islam
No Tlp/HP : 085229601778
Riwayat Hidup Sekolah
SDN 3 Manggarmas Tahun 1994-2000
MTS Nurul Firdaus Tahun 2000-2003
MA Nurul Firdaus Tahun 2003-2006
Pend. Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2007- Sekarang
Riwayat Organisasi
OSIS Jabatan: Ketua Tahun: 2004-2005
IMM.Muh.Abduh FAI UMS Jabatan Sekretaris BUMI Tahun 2007-2008
LPMF ISLAMIKA Jabatan: Anggota Tahun 2007-Sekarang
HMJ Syariah Jabatan: Anggota Tahun 2007-Sekarang
Motto Hidup : Hidup Harus Bermanfaat Bagi Orang Lain
HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : Meningkatkan Kepedulian Sosial Dengan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an Di Dusun Gombol Desa Kayen Juwangi Boyolali.
2. Bidang Kegiatan : PKM Pengabdian Masyarakat
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Maria Ulfa
b. N. I. M : G 000 060 030
c. Jurusan : Tarbiyah
d. Universitas : Universitas Muhammadiyah Surakarta
e. Alamat Rumah : Ds. Bonang Rt 02/Rw 01 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang
f. No. Tlp : 085293117864
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 ( dua ) Orang
5. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar : Drs. Suharjianto. M.Ag.
b. NIK : 580
6. Jangka Waktu Pelaksanaan : 6 bulan (desember 2008- April 2009)
Surakarta 22 september 2008
Pembimbing
Drs. Suharjianto
N.I.K:580
Wakil Rektor III
Bidang kemahasiswaan
Dr.H.Absori, S.H,M,Hum
NIK. 535 Ketua Pelaksana Kegiatan
Maria Ulfa
G 000 060 030
Dekan
Fakultas Agama Islam
Dra. Chusniatun, M.Ag
NIK. 341
PROGRAM KRETIVITAS MAHASISWA
MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL DENGAN PEMBERANTASAN BUTA HURUF AL-QUR’AN DI DUSUN GOMBOL DESA KAYEN JUWANGI BOYOLALI
Jenis Kegiatan:
PKM Pengabdian Masyarakat
Disusun Oleh:
Maria Ulfa G 000 060 030
Muammar Khadafie G 000 060 031
Siti Nur Rohmah I 000 070 013
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2008
Daftar Riwayat Hidup Dosen Pendamping
Nama lengkap : Drs. Suharjianto, M, Ag
Tempat tanggal lahir : Jepara 3 januari 1961
Pekerjaan : Dosen
Masa kerja di UMS : 12 tahun
Pangkat/Golongan : Pembina/III d
Jabatan akademik : Lektor
Jabatan structural : pembantu dekan III FAI UMS
Jabatan non structural : -
Alamat kampus : Jl. A. Yani Tromol pos 1 Pabelan Surakarta
Alamat rumah : Kuyudan 02/V No.3 Makamhaji – kartasura- surakarya 57161
Telepon : 0271-738754-HP 08156700368
Riwayat Pendidikan
1. SD lulus tahun 1975
2. SMP lulus tahun 1979
3. MAN lulus tahun 1982
4. Sarjana Muda Fakultas Usuluddin UMS tahun 1986
5. Sarjana Pendidikan Fakultas Usuluddin UMS 1990
6. Magister Agama Islam IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Riwayat Pekerjaan/Jabatan:
1. Asisten Pembina Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS,1986-1989
2. Asisten Study Islam dan Kemuhammadiyahan UMS, 1983-1988
3. Dosen Fakultas Agama Islam UMS, tahun 1991 s/d sekarang
4. Pembantu Dekan 111 FAI UMS, priode 1994-1996, 1996-1999
5. Dewan Redaksi Majalah Suhuf, FAI UMS 1994-1999
6. Anggota Tim Fasilitator Akta IV FAI UMS 2003 s/d sekarang
7 Wakil Dekan III FAI UMS Priode 2006-2010
8 Pimpinan Umum Jurnal Ishraqy, FAI UMS Priode 2007-2008
Seminar/Worksof/Pelatihan(3 Tahun Terakhir) antara lain:
1. Workskof “Higher Education Development Staff” FAI UMS ( peserta)
2. Training of trainer “higher education development staff” (peserta)
3. Seminar nasional: quality control pendidikan islam dalam penyiapan sumber daya insani berkualitas. Di pasca sarjana ums. (peserta mei 2008)
4. Workskof penyusunan silabus dan rencana mutu pembelajaran (rmp) mata kulia stady islam dan kemuhammadiyaan.(juni 2008)
5. Menjadi narasumber pada pelatihan guru smp dan mts. Muhammadiyah sekabupaten sukaharjo dalam bidang staid islam dan kemuhammadiyaan.(juli 2008)
Karya tulis terpublikasi antara lain:
1. Bahaya korupsi dan kolusi dalam perspektif islam ( makalah disampaikan pada penataran intensipikasi pembelajaran fiqih dan aqidah akhlak guru-guru madrasah aliyah bidang study fiqhi dan aqidah akhlak, rabu 26 agustus 1998 di ums
2. Pemikiran ghazali dan kemandengan pemikiran umat islam, wahana akademiyah, media komunikasih ilmiyah dan pengembangan ptais kopertais wil x jateng, edisi 02, tahun ii/1999.
3. Pengembaraan intelektual ghazali, suhuf, 1999.
4. Munculnya aliran-aliran kalam dan peran sosiokulturnya dalam peradaban islam, suhuf 2000.
5. Masyarakat sipil dalam pandangan gramsci, suhuf 2000.
6. Gagasan pembaharuan pemikiran harun nasution suhuf 2001
7. Free will predestination dalam pemikiran teologi islam klasik suhuf 2001
8. Agama dalam era posmedern, suhuf 2002.
9. Tradisionlisme dan rasionalisme dalam pandangan tiologi, suhuf 2003
10. Metodologi kalam, suhuf 2004
11. Corak pemikiran kalam hasby ash-shiddieqy, ishraqi, 2004
12. Metode pembinaan guru pendidikan agama islam melalui inservice training desaen pembelajaran, 2008
13. Peran kesenian liong dan barongsai sebagai sarana asimilasi antara etnis tionghoa dan etnis jawa (stady kasus perkumpulan liong dan barongsai tionghoa makin solo 2008)
Surakarta 27 september 2008
Drs. Suharjianto, M.Ag
LAMPIRAN
“Meningkatkan Kepedulian Sosial dengan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di dusun Gombol desa Kayen Juwangi Boyolali”
B. Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi yang memungkinkan pertukaran arus informasi, teknologi yang sangat cepat membuat setiap orang bisa mendapatkan kesempatan mengakses segala hal yang dibutuhkan. Termasuk di dalamnya adalah sistem pembelajaran Al-Qur’an. Dalam sistem pembelajaran Al-Qur’an banyak terjadi inovasi-inovasi yang mempermudah seseorang dalam belajar membaca dan menulis Al-Qur’an untuk semua umur. Banyak di temukan metode-metode baru sesuai dengan usia mereka. Diantaranya adalah metode iqra’, qiroati, tsaqifa, dan sebagainya. Sehingga dijaman yang semakin maju dan canggih ini dapat membaca dan menulis Al-qura’an bukanlah hal yang sulit. Tentu semua itu bermodal kemauan dan tekad yang kuat, tapi bagaimana dengan mereka yang mempunyai tekad dan kemauan yang kuat tetapi tidak ada kesempatan?
Membaca Al-qur’an juga termasuk kewajiban bagi setiap muslim, dan menjadikan pahalah bagi siapa saja yang membaca dan mendengarnya. Sehingga setiap muslim hukumnya wajib bisa membaca Al-qur’an. Selain mendapat pahala bisa membaca Al Qur’an merupakan kelengkapan seorang muslim karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.maka sudah sepatutnya manusia mempelajari dan mengkajinya.
Pada observasi awal yang kami lakukan dalam organisasi KAMA FAI UMS kita mendapati daerah yang pemahaman keagamaannya kurang serta rendahnya kesadaran dan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dan tidak ada yang berinisiatif untuk membantu masyarakat tersebut, serta tidak ada lembaga yang mewadahi itu. Sehigga kami warga kampus sebagai agen of change ingin membantu masyarakat tersebut.
Di dusun Gombol khususnya, dan di desa Kayen umumnya fasilitas pendidikan, kesehatan, sosial, air bersih, MCK sangatlah kecil. Di desa tersebut banyak ditemui anak-anak yang belum dapat membaca dan menulis Al-Qur’an serta tidak terdapat tempat, sarana dan prasarana pembelajaran seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an. Dengan tingkat sosial ekonomi serta pendidikan masyarakat yang rendah ditambah jauhnya jarak ke kota kecamatan maupun kabupaten menyebabkan anak-anak dan masyarakat mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang kurang memadai.
Untuk membantu memecahkan masalah sosial tersebut, pendidikan membaca dan menulis Al-Qur’an dirasa perlu di berikan dengan tujuan peningkatan SDM. Selain itu mereka juga berhak mendapatkannya. Dengan pengabdian msyarakat ini diharapkan dapat membentuk pribadi-pribadi yang berakhlak mulia dengan membaca dan menulis Al-Qur’an. Kita merasa wajib membantu mereka yang memang selayaknya mendapatkan perhatian. Itu adalah tugas kita sebagai makhluk sosial serta sebagai khalifah di muka bumi. Karena pada dasarnya mereka semua mempunyai potensi yang sama.
Dengan observasi awal kami yang tergabung dalam KAMA FAI UMS kami akan melakukan pengabdian masyarakat dengan pembinaan dalam bidang agama khususnya membaca dan menulis Al-Qur’an yang akan kami lakukan di dua tempat karena dusun itu terbagi dalam dua kelompok karena letak geografis serta rumah mereka yang berkelompok.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan beberapa masalah, antara lain:
1. Sejauh mana kesadaran masyarakat dalam beragama khususnya dalam membaca dan menulis Al-Qur’an
2. Mendirikan lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an
3. Mempersiapkan tutor yang akan membimbing mereka
4. Melaksanakan program dan mengawasinya.
D. Tujuan Program
Tujuan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat antara lain:
1. Menyadarkan masyarakat tentang pentingnya membaca dan menulis Al-Qur’an.
2. Berdirinya lembaga yang mengelola sistem pembelajaran Al-Qur’an
3. Adanya tutor yang bersedia serta berkomitment dan istiqamah dalam menjalankan amanah ini.
4. Masyarakat dapat membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar.
5. Terlaksananya program pengabdian masyarakat yang mulia ini serta dapat terkontrol dengan baik.
E. Luaran Yang Diharapkan
Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan sarana dan prasarana atau fasilitas Taman Pendidikan Al-Qur’an serta tersedianya tutor yang akan mendampingi mereka.
F. Kegunaan Program
1. Sisi Ekonomi
Masyarkat merasa terbantu karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya dalam belajar membaca dan menulis Al-Qur’an karena di kota-kota besar belajar membaca dan menulis Al-Qur’an sangat mahal.
2. Sisi sosial
a. Mengoptimalkan potensi dan peran masyarakat dalam membaca dan menulis Al-Qur’an.
b. Terciptanya tatanan masyarakat yang harmonis dengan pribadi pribadi yang beraklak mulia.
c. Dapat memanfaatkan waktu luang anak-anak yang sering terbuang sia-sia.
G. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
Sebagian besar masyarakat dusun Gombol yang akan menerima kegiatan yang melalui kegiatan pengabdian melalui PKMM (Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdiaan kepada Masyarakat) ini mayoritas mempunyai pekerjaan sebagai petani atau buruh tani, dan sedikit pedagang. Buruh tani didesa tersebut kebanyakan tingkat ekonominya rendah sehingga pendapatannya kecil. Mereka juga berpendidikan rendah karena kesadaran dalam pendidikan sangat kurang atau rendah. Apalagi pemahaman keagamaan mereka sangat kurang, terbukti dengant tidak adanya masjid yang berdiri kokoh dengan fasilitas ibadah yang baik. Masjid dibuat alakadarnya dengan papan serta tidak adanya Taman Pendidikan Al-Qur’an sebagai sarana belajar membaca dan menulis Al-Qur’an.
Kondisi geografis dusun Gombol yang terletak disisi barat waduk Kedung Ombo dan perbukitan yang dikelilingi hutan, menyulitkan untuk akses masyarakat. Karena itulah penting sekali memberikan perhatian dan fasilitas agar masyarkat dapat hidup memadai. Masyarakat sangat menyambut baik apabila perhatian dan berbagai fasilitas tersebut ada yang dapat dimanfaatkan aleh anak-anak dan masyarakat.
Di sisi lain lahan di wilayah tersebut di gunakan untuk pertanian sehingga jarak rumah penduduk banyak yang tepisah karena sekitar rumah atau belakang rumah adalah sawah atau ladang milik warga. Sehingga pemukiman warga terpisah menjadi dua bagian. Setiap bagian terdiri dari 50 sampai 55 kepala keluarga. Secara keseluruhan jumlah penduduk adalah 110 kepala keluarga dan terdiri dari 350 warga. 70 % penduduk berprofesi sebagai petani.
Dusun Gombol terletak didesa Kayen, kecamatan Juwangi dan kabupaten Boyolali. Kondisi masyarakat di dusun ini masih rendah kesadarannya dalam menciptakan hidup bersih, terbukti dengan sidikitnya warga yang mempunyai WC, dan air di daerah tersebut juga kurang bersih. Serta masih banyak rumah hewan yang berada didalam atau disamping rumah.
Disamping banyak kekurangan, dusun Gombol juga banyak kelebihannya. Kerjasama antar warga perlu kita acungi jempol dan kita tiru, ketika satu warga sakit semua warga merasakannya, dalam artian saling peduli dan perhatian satu dengan yang lain. Ikatan silaturrahmi yang kuat serta gotong-royong membuat suasana dusun ini menjadi harmonis Serta warga yang ramah kepada masyarakat lain menjadikan mereka hidup rukun.
H. Metode Pelaksanaan Program
Adapun metode yang digunakan untuk upaya peningkatan pengetahuan membaca dan menulis Al-Qur’an, antara lain:
1. Tahapan I
a. Survey Tempat
Dilakukan survey ke dusun Gombol di desa Kayen kecamatan Juwangi kabupaten Boyolali.
b. Survey Sasaran Program pada Masyarakat
Survey ini ditujukan kepada masyarakat dengan sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat sekitar.
2. Tahapan II
Setelah survey tempat dan sosialisasi, maka diharapkan tumbuh kesadaran pentingnya membaca dan menulis Al-Qur’an.
a. Memilih tempat sementara yang kondusif untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an
b. Persiapan perlengkapan untuk mempermudah proses belajar mengajar
c. Mendirikan lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an
3. Tahapan III
a. Mendatangkan tutor
b. Proses pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur.an setiap lima kali dalam satu minggu, yaitu dari hari senin sampai jum’at setiap hari pukul 15.30-17.00
4. Tahapan IV
Pada tahap ini dilakukan evaluasi dalam hal tingkat pemahaman membaca dan menulis Al-Qur’an dengan ujian tertulis dan lesan serta dialog interview langsung kepada masyarakat tentang dampak dari program ini bagi mereka.
I. Jadwal Kegiatan Program
KEGIATAN BULAN
1 2 3 4 5 6
Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Persiapan x x x x
2.pelaksanaan
a. tahap I
-. survey tempat
-. Survey masyarakat sasaran
b. tahap II
-. memilih tempat
-. persiapan perlengkapan
-. mendirikan lembaga
c. tahap III
-mendatangkan tutor
-. PBM
d. tahap IV
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
3. Pelaporan x x
J. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
1. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap :Maria Ulfa
b. NIM :G 000 060 030
c. Fakultas/Program studi :Fakultas agama islam/tarbiyah
d. Perguruaan Tinggi :Universitas Muhammadiyah
Surakarta
e. Waktu untuk kegiatan PKMM:5 hari /minggu
2. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Muammar khadafie
b. NIM : G 000 060 031
c. Fakultas/Program studi : Fakultas agama islam/tarbiyah
d. Perguruaan Tinggi : Universitas Muhammadiyah
Surakarta
e. Waktu untuk kegiatan PKMM : 5 hari /minggu
3. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Siti Nur Rahmah
b. NIM : I 000 070 013
c. Fakultas/Program studi : Fakultas agama Islam/Syari’ah
d. Perguruaan Tinggi : Universitas Muhammadiyah
Surakarta
e. waktu untuk kegiatan PKMM : 5 hari /minggu
K. Nama Dan Biodata Dosen Pembimbing
1. Nama Lengkap dan Gelar : Drs. Suharjiyanto MA.g
2. Golongan Pangkat dan NIP : Gol.III / d dan 580
3. Jabatan Fungsianal :
4. Jabatan Struktural : Wakil dekan III
5. Fakultas/Program Studi : Fakultas Agama Islam/
Usuluddin
6. Perguruan Tinggi : UMS
7. Bidang Keahlian : Fisafat Islam
8. Waktu untuk kegiatan PKMM : 5 hari /minggu
L. Biaya
1. Bahan untuk Pencarian Data dan Survey Lapangan.
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Film kamera 2 rol 45.000,00 90,000,00
2 Flash disk 2 GB 175,000,00 175,000,00
3 Cici cetak arsip 16 1500,00 24,000,00
4 perijinan 2 30,000,00 60,000,00
TOTAL 349,000,00
2. Biaya Habis Pakai
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Kertas HVS I rem 24,500,00 24,500,00
2 Tintah printer 1 buah 20,000,00 20,000,00
TOTAL 44,000,00
3. Biaya untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Iqra’ 70 buah 5,500,00 385,000,00
2 White board 2 buah 100,000,00 200,000,00
3 Spidol 10 buah 5,000,00 50,000,00
4 Buku tulis 70 buah 2,000,00 140,000,00
5 Bullpen 70 buah 1,000,00 7,000,00
6 Pensil 70 buah 700,00 49,000,00
7 Setip 70 buah 500,00 35,000,00
TOTAL 929,000,00
4. Total Expenditure.
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 PP solo boyolali 3x2 kali 40,000,00 240,000,00
TOTAL 240,000,00
5. Biaya Tutor
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Gaji Tutor / bulan 1 x 6 bulan 300.000 1.800.000
TOTAL 1.800.000
6. Laporan
No Jenis Jumlah Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Photo copy 6 30,000,00 180,000,00
2 Penjilidan hard cover 6 8,000,00 64,000,00
3 Photo copy makalah 6 2,000,00 12,000,00
4 Dokumentasi hasil 12 3,000,00 18,000,00
5 Pengetikan 30 1,500,00 18,000,00
6 Materai 2 1,500,00 45,000,00
7 Penjilidan soft cover 6 6,000,00 12,000,00
TOTAL 349,000,00
Rekapitulasi Rincian Biaya
1. Bahan untuk pencarian dana dan survey lapangan Rp. 349.000,00
2. Biaya habis pakai Rp. 40.000,00
3. Biaya untuk taman pendidikanAl-Qur’an Rp. 929.000,00
4. Total expenditure. Rp. 240.000,00
5. Biaya Tutor Rp.1.800.000,00
6. Laporan Rp. 349.000,00
TOTAL Rp 3.707.000,00
Dafta Riwayat Hidup Ketua
Nama Lengkap : Maria Ulfa
Alamat Rumah : Ds. Bonang Rt 02/Rw 01 Kecamatan
Lasem Kabupaten Rembang
Alamat Kos : Sidomulyo Rt 02/Rw 01 Makam Haji
Kartasura
Tempat Tanggal Lahir : Rembang 10 Mei1988
No Telp. Rumah : -
No Telp. HP : 085293117864
Jenis Kelamin : Perempuan
Riwayat Hidup Sekolah
SDN 1 Bonang Tahun 1994-2000
SLTP N 2 Lasem Tahun 2000-2003
SMA N 1 Lasem Tahun 2003-2006
Pend. Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2006- Sekarang
Riwayat Organisasi
1. IMM.Muh.Abduh FAI UMS Jabatan : Kabid Kader tahun 2007-2008
2. LPMF ISLAMIKA Jabatan : Sekretaris Redaksi Tahun 2007-2008
3. HMJ TARBIYAH Jabatan : Sekretaris Hisapend tahun 2007-2008
Motto Hidup : Hidup adalah Perjuangan
Daftar Riwayat Hidup Anggota
Nama Lengkap : Muammar Khadafie
Tempat/ Tgl Lahir : Tongo, 08-Juni-1986
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat Rumah : Tongo- Sumbawa Barat- Nusa Tenggara Barat
04/02 Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang 84357
Alamat kost : Asrama IMSB makamhaji Kartasura Surakarta
Agama : Islam
Pekerjaan/Pendidikan : Mahasiswa
Status Perkawinan : Belum Kawin
Gol. Darah : A
Kegemaran : Membaca
Cita-cita : Sukses Dunia Dan Akhirat
Motto Hidup : Kesungguhan Awal Dari Keberhasilan
No Tlp/HP : 085229638188
Riwayat Hidup Sekolah
SDN TONGO 1 Tahun 1997-1998
MTs N 1 TALIWANG Tahun 1998-2001
PONDOK PESANTREN DARUSY SYAHADAH Tahun 2001-2004
MAN 1 SUMBAWA Tahun 2005-2006
Riwayat Organisasi
IMM Muh.Abduh FAI UMS sebagai Ketua LPPI Tahun 2007-2008
LPM AR-RASAIL sebagai Ketua LITBANG Tahun 2007-2008
LPMF ISLAMIKA sebagai Anggota Tahun 2007-2008
HMJ TARBIYAH sebagai Ketua HISAPEN Tahun 2007-2008
BEM UNIVERSITAS sebagai Sekretaris POP Tahun 2008-2009
BEM FAI sebagai GUBERNUR Tahun 2009
IMSB Sebagai ketua umum Tahun 2008-2009
Daftar Riwayat Hidup Anggota
Nama Lengkap : Siti Nur Rahmah
Tempat/ Tgl Lahir : Manggarmas, 23 Februari 1988
Alamat Rumah Godong Kabupaten Grobogan
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat Rumah : Ds. Manggarmas, Rt 08/Rw 04
Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan
Alamat kost : Kudusan Rt 02/Rw 05 Gumpang Kartasura
Agama : Islam
No Tlp/HP : 085229601778
Riwayat Hidup Sekolah
SDN 3 Manggarmas Tahun 1994-2000
MTS Nurul Firdaus Tahun 2000-2003
MA Nurul Firdaus Tahun 2003-2006
Pend. Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2007- Sekarang
Riwayat Organisasi
OSIS Jabatan: Ketua Tahun: 2004-2005
IMM.Muh.Abduh FAI UMS Jabatan Sekretaris BUMI Tahun 2007-2008
LPMF ISLAMIKA Jabatan: Anggota Tahun 2007-Sekarang
HMJ Syariah Jabatan: Anggota Tahun 2007-Sekarang
Motto Hidup : Hidup Harus Bermanfaat Bagi Orang Lain
HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : Meningkatkan Kepedulian Sosial Dengan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an Di Dusun Gombol Desa Kayen Juwangi Boyolali.
2. Bidang Kegiatan : PKM Pengabdian Masyarakat
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Maria Ulfa
b. N. I. M : G 000 060 030
c. Jurusan : Tarbiyah
d. Universitas : Universitas Muhammadiyah Surakarta
e. Alamat Rumah : Ds. Bonang Rt 02/Rw 01 Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang
f. No. Tlp : 085293117864
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 ( dua ) Orang
5. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar : Drs. Suharjianto. M.Ag.
b. NIK : 580
6. Jangka Waktu Pelaksanaan : 6 bulan (desember 2008- April 2009)
Surakarta 22 september 2008
Pembimbing
Drs. Suharjianto
N.I.K:580
Wakil Rektor III
Bidang kemahasiswaan
Dr.H.Absori, S.H,M,Hum
NIK. 535 Ketua Pelaksana Kegiatan
Maria Ulfa
G 000 060 030
Dekan
Fakultas Agama Islam
Dra. Chusniatun, M.Ag
NIK. 341
PROGRAM KRETIVITAS MAHASISWA
MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL DENGAN PEMBERANTASAN BUTA HURUF AL-QUR’AN DI DUSUN GOMBOL DESA KAYEN JUWANGI BOYOLALI
Jenis Kegiatan:
PKM Pengabdian Masyarakat
Disusun Oleh:
Maria Ulfa G 000 060 030
Muammar Khadafie G 000 060 031
Siti Nur Rohmah I 000 070 013
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2008
Daftar Riwayat Hidup Dosen Pendamping
Nama lengkap : Drs. Suharjianto, M, Ag
Tempat tanggal lahir : Jepara 3 januari 1961
Pekerjaan : Dosen
Masa kerja di UMS : 12 tahun
Pangkat/Golongan : Pembina/III d
Jabatan akademik : Lektor
Jabatan structural : pembantu dekan III FAI UMS
Jabatan non structural : -
Alamat kampus : Jl. A. Yani Tromol pos 1 Pabelan Surakarta
Alamat rumah : Kuyudan 02/V No.3 Makamhaji – kartasura- surakarya 57161
Telepon : 0271-738754-HP 08156700368
Riwayat Pendidikan
1. SD lulus tahun 1975
2. SMP lulus tahun 1979
3. MAN lulus tahun 1982
4. Sarjana Muda Fakultas Usuluddin UMS tahun 1986
5. Sarjana Pendidikan Fakultas Usuluddin UMS 1990
6. Magister Agama Islam IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Riwayat Pekerjaan/Jabatan:
1. Asisten Pembina Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS,1986-1989
2. Asisten Study Islam dan Kemuhammadiyahan UMS, 1983-1988
3. Dosen Fakultas Agama Islam UMS, tahun 1991 s/d sekarang
4. Pembantu Dekan 111 FAI UMS, priode 1994-1996, 1996-1999
5. Dewan Redaksi Majalah Suhuf, FAI UMS 1994-1999
6. Anggota Tim Fasilitator Akta IV FAI UMS 2003 s/d sekarang
7 Wakil Dekan III FAI UMS Priode 2006-2010
8 Pimpinan Umum Jurnal Ishraqy, FAI UMS Priode 2007-2008
Seminar/Worksof/Pelatihan(3 Tahun Terakhir) antara lain:
1. Workskof “Higher Education Development Staff” FAI UMS ( peserta)
2. Training of trainer “higher education development staff” (peserta)
3. Seminar nasional: quality control pendidikan islam dalam penyiapan sumber daya insani berkualitas. Di pasca sarjana ums. (peserta mei 2008)
4. Workskof penyusunan silabus dan rencana mutu pembelajaran (rmp) mata kulia stady islam dan kemuhammadiyaan.(juni 2008)
5. Menjadi narasumber pada pelatihan guru smp dan mts. Muhammadiyah sekabupaten sukaharjo dalam bidang staid islam dan kemuhammadiyaan.(juli 2008)
Karya tulis terpublikasi antara lain:
1. Bahaya korupsi dan kolusi dalam perspektif islam ( makalah disampaikan pada penataran intensipikasi pembelajaran fiqih dan aqidah akhlak guru-guru madrasah aliyah bidang study fiqhi dan aqidah akhlak, rabu 26 agustus 1998 di ums
2. Pemikiran ghazali dan kemandengan pemikiran umat islam, wahana akademiyah, media komunikasih ilmiyah dan pengembangan ptais kopertais wil x jateng, edisi 02, tahun ii/1999.
3. Pengembaraan intelektual ghazali, suhuf, 1999.
4. Munculnya aliran-aliran kalam dan peran sosiokulturnya dalam peradaban islam, suhuf 2000.
5. Masyarakat sipil dalam pandangan gramsci, suhuf 2000.
6. Gagasan pembaharuan pemikiran harun nasution suhuf 2001
7. Free will predestination dalam pemikiran teologi islam klasik suhuf 2001
8. Agama dalam era posmedern, suhuf 2002.
9. Tradisionlisme dan rasionalisme dalam pandangan tiologi, suhuf 2003
10. Metodologi kalam, suhuf 2004
11. Corak pemikiran kalam hasby ash-shiddieqy, ishraqi, 2004
12. Metode pembinaan guru pendidikan agama islam melalui inservice training desaen pembelajaran, 2008
13. Peran kesenian liong dan barongsai sebagai sarana asimilasi antara etnis tionghoa dan etnis jawa (stady kasus perkumpulan liong dan barongsai tionghoa makin solo 2008)
Surakarta 27 september 2008
Drs. Suharjianto, M.Ag
LAMPIRAN
Rabu, 18 Januari 2012
Mahasiswa “manja” agen perubahan
agen perubahan, paradigma yang melekat pada diri mahasiswa tidak akan pernah pudar sampai kapanpun karena dalam diri mereka intektual dan semangt untuk melakukan perubahan akan terus melekat dan tidak akan bisa dipisahkan oleh dimensi ruang dan waktu. Ini merupakan fakta yang tak terbantahkan, semangat revolusi yang ada pada diri mahasiwa membawa perubahan yang sangat setnifikan lihat saja semua revolusi di belahan dunia di pelopori oleh mahasiswa, revolusi Libya dulu dan sekarang, revolusi prancis, revolusi iran bahkan kemerdekaan republic Indonesia dipelopori oleh kaum mahasiswa, mungkin kita berfikir itu hanya sejarah masa lampau yang tak akan teulang lagi. Tapi itu salah besar bagaimana reformasi 1998, dan maraknya demontran di timur tengah merupakan bukti nyata bahwa perjuangan mahasiswa terus ada, bahkan belum hilang dalam ingatan kita bagaiman seorang mahasiswa (Sondang Hutagalung) membakar dirinya di depan istana presiden itu merupakan symbol perlawanan tertinggi yang di persembahkan oleh darah juang mahasiswa.
Bagaimana dengan kata mahasiswa manja, yang suka meminta dan menghabiskan uang kiraman orang tua mereka? mahasiswa yang kerjanya kuliah pulang- kuliah pulang alias mahasiswa kupu-kupu? Mahasiswa yang kerjaannya nongkrong dan shoping di mall-mall (hidonesme)? Mereka semua mungkin belum tersadarkan atau mungkin mereka punya cara tersendiri melalukan perjuangan, mereka yang suka menerima kiriman dari orang tua mereka itu wajar karena itu sudah menjadi hak dan kewajiban. Itu merupakan realitas social yang disebabkan oleh budaya moderenitas.
Lebel mahasiswa sekarang identik dengan mahasiswa manja itu belum terbukti, belum ada penelitian yang valit dan bias di pertanggung jawabkan keshahihannya. Bila diukur dari output / setelah mereka wisuda dan belum mampu bersaing didunia kerja atau menciptakan lapangan pekerjaan, jangan salahkan produk tapi salahkan perusahaan yang membuatnya. Jelas mahasiswa sudah menerimah pendidikan yang baik, tapi sudahkah perguruan tinggi meproses mereka dengan baik sehingga menghasilkan produk-produk yang berkualitas?. Janganlah kita melihat dari outputnya saja tapi lihat juga input dan prosesnya, apakah sudah benar sesuai dengan kurikulum yang dicanangkan atau belum. Jelas siapa yang salah disini, lembaga-lembaga pendidikan belum siap untuk menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas, lihat saja forum rector dari pada menggagas atau mengkonsep pendidikan yang memanusiakan manusia mereka lebih senang berkomentar tentang perpolitkan, perekonomian dll, masih segar dalam ingatan kita bagaiman forum rector berkomentar tentang kebohongan public yang dilontarkan oleh forum keagamaan tantang kebohongan pemerintahan SBY-Budi, kasus suap, gayus, sentury dll.
Bung karno perna berkata : “ bawakan akau seribu orang tua aku akan sanggup memindahkan sebuah gunung, dan bawakan kepadaku sepuluh pemuda maka akau sanggup merubah dunia”.
pengaruh neo-moderenisme terhadap pemahaman keagamaan
PENDAHULUA
a. Latar belakang masalah
Agama-agama besar di muka bumi ini senantiasa didatangkan untuk menyingkapi berbagai permasalahan yang diderita ummat manusia, mencari jawaban atasnya. Masyarakat terus bergerak, karena akumulasi persoalab dan tantangan yang juga terus-menerus bergerak dan bertambah. Pada titik ini, kaum agamawan dituntut tanggung jawabanya dalam antisipasi jawaban yang mungkin cocok dengan konteks khusus yang melatarinya ( schumam, 1993; Ali, 2006, 9).
Islam adalah salah satu agama besar di muka bumi ini yang telah, sedang dan akan terus mencoba bergelumul dengan permasalahan-permasalahan kemanusiaan kontemporer. Sebagai wahyu yang di turunkan oleh Allah kepada Rasul-rasul-Nya untuk disampaikan kepada ummat manusia, sepanjang masa dan setiap persada. Islam adalah satu. Namun, ketika islam telah membumi maka pemahaman dan ekspresi ummat islam beragam. Keraman itu muncul sejak priode klasik hingga kontemporer. Perkembangan pemikiran teologi ummat islam pada priode klasik sepaerti munculnya aliran-aliran teologi dalam islam; khawarij, murji’ah, mu’tazilah, qodiriyah, jabariyah dan ahli sunnah wal jama’ah (Ali, 2006, 10).
Saat ini islam telah dipeluk oleh miliyaran manusia di seluruh belahan dunia, termasuk di belahan bumi nusantara; Indonesia. Indonesia adalah kawasan dunia islam yang unik; meski mengenal islam paliang belakangan dan secara geografis berada jauh dari pusat islam; timut tenganh, tetapi Indonesia adalah tempat kosentrasi umat islam terbesar di dunia.
Pembaharuan islam di bumi nusantara sangat cepat, dan pembaharuan islam di nusantara menurut Azra; pembaharuan islam nusantara di mulai sejak abad ke 17 dan abad ke 18. Era ini dimotori oleh para ulama seperti yusuf al-maqasari dll. Isu utama yandi gelindingkan adalah tentang neo-sufisme; sebuah usaha mengintegrasikan praktek tasawuf dalam bingkai fikih islam. Pada masa penjajaha belanda gerakan islam cenderung mengambil jarak dengan penjajah ( kekuasaan)nuntuk tidak menyebut oposisi, dan memilih gerakan cultural. Sedangkan pada penjajahan jepang, jepang berusaha menarik lokomotif gerakan islam ke pusaran perpolitikan. Puncak pergelutan politik “santri” dan “sekuler” adalah sidang BPUPKI dan majelas konstituante dalam perbincangan tentang dasar Negara ( ma’arif; 1989).
Usaha pembaharuan islam kembali terjadi pada era orde baru tahun 1970-an mengkonsolidasikan kekuasaan dibawa paying idologi pembangunan atau modernisasi, yang di motori oleh nurkholis majid cak nur. Yang akar pemikirannya mengantarkan ummat merambah jalan baru islam, yaitu jalur cultural. Pilihan cultural ini membangkaitkan gairah para intelektualisme islam baru. Belakangan di identifikasiakan sebagai gagasan islam neo-modernisme atau islam libral (Ali,2006, 12).
Focus pembahasan pada makalah ini adalah:
a. Modernisme, neo-modernisme dan posmodernisme, Barat dan Islam
b. Pengaruh neo-modernisme terhadap pemahaman keagamaan.
Pembahasan
A. Modernisme, neo-modernisme dan posmodernisme, Barat dan Islam
1. Pengertian neo moderenisme
Term neo-Modernisme Islam dipopulerkan oleh Fazlur Rahman—intelektual Islam berkebangsaan Pakistan—yang dimaksudkan untuk menamai sebuah gerakan intelektual yang memiliki sintesis progresif dari rasionalitas Modernis dengan ijtihad dan tradisi klasik. Dalam menjelaskan posisi neo-Modernisme Islam dalam sejarah dan wacana Islam, Rahman mengklasifikasi dan membagi gerakan intelektual Islam ke dalam empat tahap dan posisi,(1) Gerakan Revivalis di akhir abad ke 18 dan awal abad 19 (seperti gerakan Wahabiayah di Arab) (2) Gerakan Modernis (tokoh-tokohnya antara lain Sayyid Ahmad Khan, Jamal al-Din al-Afgani, dan Muhammad Abduh) (3) Neo-Revivalisme (yang “modern” tapi agak reaksioner, di mana Maududi dan jama’at Islami-nya di Pakistan merupakan contoh terbaik), dan terahir (4) Neo-Modernisme di mana Rahman sendiri memasukkan dirinya ke dalam mazhab terahir ini.
Istilah neo-Modernisme kemudian digunakan oleh Greg Barton dalam bukunya Gagasan Islam Liberal di Indonesia untuk menamai gerakan inetelektual baru Islam Indonesia di era 70-an dan 80-an serta memasukkan Caknur dan Gusdur ke dalamnya. Barton melihat gagasan-gagasan intelektual baru selaras dan setingkat dengan pikiran Rahman yang ia sebut neo-Modernisme. Selain itu, Barton melihat perbedaan-perbedaan mendasar dari intelektual baru dengan modernisme lama, terutama dalam sintesa-sintesa progresif dari dialog antara Islam, tradisi, dan modernitas. Karena itu istilah neo-Modernisme, oleh Barton, juga digunakan untuk membedakan intelektual baru dengan Modernisme lama.
2. Modernisme barat
Kalau kita lihat dalam sejarah kemodernan barat, ada semacam perjuangan gerakan kebangkitan untuk memperbaiki agama pada abad pertengahan oleh sejumlah pejuang kemanusiaan yakni para filosof. Akan tetapi dalam perkembangan sejarahnya, barat berupaya untuk menghapus sisi-sisi sebab dari keberhasilannya, yakni sebab tersebut adalah mempelajari segala pengetahuan dari para sarjana muslim. Maka dari itu tentu saja posisi yang dipegangi oleh barat terhadap pertumbuhannya yang khas ini memiliki pengaruh yang sangat dholim terhadap konsep sejarah bagi peradaban Islam. Akibatnya adalah bahwa hingga masa kini, sedikit sekali pemikir dan ilmuwan arab muslim yang dirujuk.
Jika orang ingin berupaya untuk memahami kaitan antara Islam dan modernism maka tentu saja ia harus mengetahui modernism secara mendasar, dan bukanlah mengetahui modernism dalam kacamata barat. Karena pada hakikatnya modernism pada awalnya tumbuh di dunia Arab. Para sejarawan jika ingin merujuk kepada rentetan perkembangan pemikirannya, ia hanya mengambil garis lurus kepada Yunani-Romawi dan kitab suci atau Bible dan langsung menuju Barat, yang mana sudah pasti telah melampaui periode historis abad ke-7 dan 8 yang mana pada waktu itu dunia timur tengah atau Islam yang jauh lebih berperan.
Dari praktek-praktek tersebutlah muncullah kebencian-kebencian terhadap Arab-Muslim, yang mana pihak Barat hanya mengungkap modernism yang aktif tersebut hanya dilihat dari aspek sejarah mereka saja. Sehingga muncullah pertentangan-pertentangan dialog dari pihak Arab-Muslim khususnya di Aljazair, yang menyatakan bahwa sesungguhnya geraan modernism barat pada dasarnya berasal dari kiprah para sarjana muslim pada zaman kejayaan islam. Mereka juga mengataka bahwa ideology-ideologi Barat seperti benih revolusi sosial di Perancis, dan benih demokrasi sesungguhnya telah teralisasi lebih dahulu dalam kaidah-kaidah sejarah umat muslim yang diusung pada zaman sahabat dan seterusnya.
3. Modernisme islam
Pada hakikatnya pembaruan-pembaruan yang dimiliki oleh barat ini diawali dari keadaan yang terpuruk, meneliti dan bangkit, ilmu etnosentris pastinya dapat membedakannya yakni manakala mereka masih bersifat primitive sampai menuju perkembangannya yang pesat. Demikian pula hal tersebut telah dialami oleh kaum Arab terdahulu, dari zaman kejahiliyahan menuju keemasan berkat beberapa faktor pendukung. Padahal sebelum masyarakat arab jaya, ada dua imperium besar terdekat yang bisa saja menjajah jazirah arab pada masa itu, yakni imperium Babilonia dan Byzantium, akan tetapi jazirah arab diabaikan saja oleh keduanya dikarenakan hanya sebuah padang pasir yang primitive dan hamper tidak ditemukan manfaat-manfaat di dalamnya. Akan tetapi siapa sangka dari keterpurukannya masyarakat Arab dapat bangkit dan pernah memimpin dunia. Maka seperti itulah yang dialami oleh barat.
Jika isyarat-isyarat tersebut memanglah benar, maka tak dapat tidak kita mesti mengakui bahwa modernism layak dinyatakan sebagai tahapan Islam-Arab sebagaimana ia juga merupakan tahapan Kristen-Barat. Malah justru dengan adanya kesamaan ini, modernism bisa dipandangan sebagai kekuatan pemersatu, bukannya pembeda dan pemecah belah. Islam Kemarin dan Hari Esok, M. Arkoun dan Louis Gardet (Bandung: Pustaka, 1997) Hal: 119-120.Sehingga perlu dari sebagian pemikir kita untuk meluruskan pemaknaan dari modernism itu sendiri, karena faktanya maodernisme itu ada yang bersifat pemikiran dan ada juga yang bersifat materialism seperti majunya industrialisme. Arkoun juga memberikan pandangan bahwa modernism material adalah kegiatan perbaikan-perbaika yang memasuki kerangka eksternal eksistensi manusia. Sedangkan modernism pemikiran adalah mencakup metode, atau alata berfikir dan sikap rasional yang mempercayai rasionalitas yang lebih sesuai dengan realitas.
Selain itu, Arkoun juga mengklasifikasikan Islam ke dalam tiga tahapan, yakni Islam sebagai agama kekuatan, Islam sebagai agama bentuk dan islam sebagai agama individu. Agama beroperasi pada awalnya pada individu dan masyarakat dengan keseluruhan kekuatan yang berpengaruh dan aktif dalam kehidupan manusia, yakni dengan adanya aspek keimanan manusia yang terkait dengan kesakralan agama, lalu bangunan agama kekuatan berubah menjadi symbol-simbol seperti bahasa, budaya dan lainnya. Al-Qur’an contohnya, yang memberikan banyak gambaran baik itu berisfat cerita-cerita kesejarahan maupun tentang manusia dan alam semesta. Al-Qur’an menjabarkan pandangan lintas sejarah dan lintas waktu. Intinya agama kekuatan memberikan suatu sifat yang tak habis dimakan waktu atau mampu menjawab tantangan kesulitan sejarah. Sehingga agama kekuatan telah meninggalkan tradisi-tradisi yang sarat dengan nilai-nilai doa, ritus-ritus, mitologi dan lainnya.
Lalu kita juga bisa mendapati bahwa pada hakikatnya dalam agama-agama wahyu layaknya islam, Yahudi dan Kristen telah memiliki suatu identitas tersendiri yang notabene juga menjaga kesucian dalam kelestariannya, identitas tersebut semisal kita contohkan pada islam yakni tauhid. Maka seperti itulah agama bentuk, ada sebuah ciri yang menjadi label dari agama tersebut. Tauhid menjadi cirri khas yang mutlak di dalam islam yang mana tidak dipungkiri lagi tidak mampu untuk dijangkau oleh kekuatan-kekuatan manipulasi sejarah, sehingga tauhid mampu hidup independen. Dengan demikian kita lihat bagaimana pertimbangan-pertimbangan ini menguatkan perlunya peninjauan kembali nilai wujud Islam dalam sejarah masyarakat modern. Karena selain selain unsur syahadat/tauhid, islam juga memiliki persepsi-persepsi gaya hidup, akhlak, seni, budaya, geografis dan lainnya yang jelas tampak untuk kita lihat. Islam Kemarin dan Hari Esok, M. Arkoun dan Louis Gardet (Bandung: Pustaka, 1997) Hal: 139-141
Sebenarnya bukanlah dikatakan bahwa Islam hanya melulu bersifat tradisional karena hanya dilihat dari pemikiran tradisionalnya dan melupakan ilmu-ilmu humaniora di dalamnya. Akan tetapi pada faktanya hal ini begitu diyakini karena pemikiran barat yang telah mengupayakan keterpisahan antara ideology agama yang bersifat spiritual dan ilmu-ilmu humaniora yang mereka klaim bersifat scientific.
Sebelum munculnya pemisahan ini, kehidupan agama menemukan lapangan lestari di mana ia telah berkecimpung di dalam jaringan yang luas dalam hal-hal ilmu humaniora, seperti contohnya hubungan lingkungan dan moral ekonomi, kegiatan industry kecil dan seni, system pendidikan dan lain sebagai
Sedikitnya ada tiga persoalan mendasar yang telah menyita perhatian umat islam indonesaia sejak abad ke20; respon terhadap budaya local, konsen aqidah dan amalaiah islam dan akomodasi dengan pemikiran dan teknologi modern ( Federspiel, 1996v). berbagai tantangan yang menghadang grak laju islam di Indonesia pada akhirnya mampu diatasi. Dalam garis besarnya dapat di gambarkan sebagai kebangkitan, pembaharuan bahkan renaissance atau pencerahan Ali, 2006, 24).
Gerakan moderenisme atau pembaharuan islam hanya salah satu potret wajah Indonesia pada permulaan abad ke-20. Karena priode ini secara umum sering disebut zaman bergerak atau era kebangkitan Nasional. Sebagaiman yang dikatakan oleh ( Federspiel, ) dinamika itu merupakan respon kreatif dan aspresiasi terhadap budaya local ( tradisi), konsen aqidah dan amaliah islam ( islam ortodok) dan akomodasi ilmu dan teknologi modern. Hamper seluruh organisasi dan gerakan islam ( kaum santri) menekankan ortodoksi islam, sedangkan kaum ‘nasonalis’ ( abangan) terbelah kedalam dua orientasi budaya : trdisional dan kemodernan.
Puncak perdebatan diantara kedua kubu antara kebudayaan timur tradisional vis a vis kebudayaan barat modern pada tahun 1930-an yang kemudian dikenal dengan “ polemic kebudayaan”, di satu sisi St. Takdir Alisjahbana sangat apresiatif terhadap budaya dan sekolah model barat sebab ia memuat unsure-unsur yang dinamis semangat intlektualitas, egois, individualis dan materialis ( dalam makna yang selus-luasnya). Disisi lain Ki Hajar dewantara, Adinegoro lebih mengedepankan budaya timur dan pesantren sebagi basis Indonesia kedepan karena alasanya orisinilitas dan kemampuaannya telah terbukti dan teruji oleh sejarah dalam mengintegrasikan masyarakat ( Mihardja, 1986,; 45).
4. Postmodernisme
Postmodernisme adalah faham yang berkembang setelah era modern dengan modernisme-nya. Postmodernisme bukanlah faham tunggal sebuat teori, namun justru menghargai teori-teori yang bertebaran dan sulit dicari titik temu yang tunggal. Banyak tokoh-tokoh yang memberikan arti postmodernisme sebagai kelanjutan dari modernisme. Namun kelanjutan itu menjadi sangat beragam. Bagi Lyotard dan Geldner, modernisme adalah pemutusan secara total dari modernisme. Bagi Derrida, Foucault dan Baudrillard, bentuk radikal dari kemodernan yang akhirnya bunuh diri karena sulit menyeragamkan teori-teoriBagi David Graffin, Postmodernisme adalah koreksi beberapa aspek dari moderinisme. Lalu bagi Giddens, itu adalah bentuk modernisme yang sudah sadar diri dan menjadi bijak. Yang terakhir, bagi Habermas, merupakan satu tahap dari modernisme yang belum selesai.
Postmodernisme seiring berjalannnya waktu dianggap sebagai suatu aliran pemikiran yang itu menjadi paradigma baru sebagai antitesis akan modernisme yang dinilai gagak mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur dalam kehidupan bermasyarakat itu sendiri. Istilah ini pertama kali dilontarkan oleh Arnold Toynbee pada tahun 1939. Postmodernis muncul karena dilatar belakangi oleh kegagalan aliran modernis dalam menciptakan kesejahteraan melalui teknologi, sains,dan lain-lain. Aliran ini mengandung kritik tajam atas semua jenis epistimologi. Menurut postmodernisme, tidak ada satu hal yang bersifat permanen dan universal.
Postmodernisme dibedakan dengan postmodernitas, jika postmodernisme lebih menunjuk pada konsep berpikir. Sedangkan postmodernitas lebih menunjuk pada situasi dan tata sosial sosial produk teknologi informasi, globalisasi, fragmentasi gaya hidup, konsumerisme yang berlebihan, deregulasi pasar uang dan sarana publik, usangnya negara dan bangsa serta penggalian kembali inspirasi-inspirasi tradisi. Hal ini secara singkat sebenarnya ingin menghargai faktor lain (tradisi, spiritualitas) yang dihilangkan oleh rasionalisme, strukturalisme dan sekularisme.
Setidaknya kita melihat dalam bidang kebudayaan yang diajukan Frederic Jameson, bahwa postmodernisme bukan kritik satu bidang saja, namun semua bidang yang termasuk dalam budaya. Ciri pemikiran di era postmodern ini adalah pluralitas berpikir dihargai, setiap orang boleh berbicara dengan bebas sesuai pemikirannya. Postmodernisme menolak arogansi dari setiap teori, sebab setiap teori punya tolak pikir masing-masing dan hal itu berguna.
5. Neo-Modernisme Islam
Neo-modernisme islam merupakan pra syarat untuk terjadinya renaisans islam, tandas fahlur rahman (1985). Ini dijelaskan oleh muridnya yang merupakan tokoh intelektual muslim terkemuka di Indonesia, ahmad syafi’I maarif (1994, 138) dia menegaskan bahwa yang dimaksud dengan neo-modernisme islam adalah tidak lain dari modenisme islam plus metodologi yang mantab dan benar untuk memahami Al-Qur’an dan Assunnah Nabi dalam prespektif sosio-historis.
Dengan demikian, neo modernism islam di satu sisi merupakan kritik atas islam modernis terutama berkaitan dengan keenganannya memanfaatkan khasanah budaya local. Di sisi lain, ia merupakan usaha revitalisasi islam modernis. Apabilah islam modernism mau dan mampu meramu khasanah klasik dan kearifan loka ( budaya local) dalam semangat rasionalitas, tentu akan menjadi kekuatan islam yang sesungguhnya. Bertiktik tolak dari sudut pandang neo-modernisme islam, budhy munawar-rahman ( 2004;437-490) berusaha mmembedakan peta bumi intelektualisme islam Indonesia yang secara epistimologis diklarifikasikan menjadi tiga bentukpemikiran; “ islam peradaban” ala cak nurdan kontowijoyo, “islam Rasional” ala harun nasution dan djohan effendi dan “islam transformative” ala dawam rahardjo dan adi sasono.
Di sisi lain, fachry ali dan bahtiar effendi (1992;175) memahami neomodernisme dalam konteks keindonsiaan. Menurut mereka istilah itu mengacu pada pola pemikiran yang berusaha menyatukan dua kekuatan besar, yaitu modernism ala muhammadiyah dan tradisionalsime ala nahdatul ulama, sehingga menjadi produk baru yang berlainandengan dua pola pemikiran sebelumnya. Sebab neo modernisme islam bersedia mengakomodasikan ide-ide modernis yang paling maju dan yang paling tradisional sekaligus.
Pergerakan islam saat ini bias didiskripsikan sebagai menjadi dua pola perkembangan/ pemikiran pokok yang pertama islam tradisional dan islam moderns. Islam tradisional melahirkan islam neotradisional dan tradisionalisme radikal. Karena ketidak puasan terhadap islam tradisional dan neo tradisional maka munculah antitesa dari keduanya yaitu islam posttradisionalisme. Noe-tradisionalisme = islam liberal. Sedangkan islam modern melahirkan tiga pemikiran yaitu neo-modernis, islam transformative dan fundamentalis salafi. Neomodernisme = islam liberal perkawinan keduanya akan menghsilakan sekolerisme. Neomodernisme juga melahirkan islam pos-puritanisme. Islam transformative atau bias juga disebut islam puritan. Karena perkembangannya islam puritan tidak bias menjawab tantangan zaman maka muncullah / melahirkan antitesa yaitu islam pos-puritanisme. Islam fundamentalisme melahirkan neo-fundamentalisme islam ( ada dua golongan : adabtif dan ortodoks; akan muncul kekerasan atas nama agama).
Jadi dari rahim islam tradisionalisme lahairlah islam neo-tradisionalisme ( pembaharuan tradisi, yaitu sebuah usaha pembaharuan yang menggunakan tradisi sebagai pintu masuknya. Dengan cara mengkemas menjadi sebuah potensi yang dapat mendorng kemajuan), yang dipelopori oleh gus dur dkk. Dan tradisonalisme radikal yang didukung oleh sejumlah kyai pesantren. Neo- Tradisionalisme membuka jalan bagi munculnya post-tradisionlalisme islam, sedangkan tradisionalaisme radikal menumbuhkan corak keagamaan neo-tradisionalisme radikal sebagi antitesa post-tradisionlisme islam.
Di sisi lain, dalam tubuh islam modern juga muncul atau berkembang beragam pemikiran yang secara garis besarnya dapat dipetakan menjadi tiga yaitu Neo-Modernisme, ahmad syafi’I maarif. islam transformative ( islam kiri), moeslim Abdurrahman dan islam salafi radikal ( bercorak islam puritan). Neo modernism islam dan islam transformative melahirkan generasi islam liberal yang corak pemikirannya bercorak post-puritanisme ( semangat untuk mengkritisi dan menyegarkan kembali proses purifikasi dan dinamisasi yang dilakukan oleh moderenisme islam awal. Ada sebuah usaha untuk melihat permasalahan tradisi dan budaya local melalui kultur bukan pendekatan aqidah)pendekatan , dan salafi radikal memunculkan neo salafiah. Kemunculan islam liberal banya ditentang dan memperoleh perlawanan yang gigih dari kaum neo- tradisionalisme radikal dan neo-salafiah radikal karena dalam pandangan mereka, usaha liberalisasi pemikiran dapat merusak islam itu sendiri.
1. Karakteristik Pemikiran Barat ( Neo-Modernisme )
Dari akar pemikiran barat di atas maka dapat ditarik garis merah bahwa karakteristik pemikiran barat adalah sebagai berikut :
a. Mempunyai Kecendrungan Sekularis-Rasional, Bukan Religius-Tekstual
b. lebih condong dekat ke empirisisme, rasionalisme, realisme, materialistis, membangun peradaban dan menyebarkan risalah dunia (Alexandria).[1]
c. Bahasa pemikiran barat adalah bahasa rasional murni, jelas, dan mudah dipahami dari kandungan bahasanya
d. pembentukan adalah segala-galanya,. Karenanya di dalam kesadaran Eropa proses lebih dominan dari pada wujud, perubahan lebih dominan dari pada ketetapan, realitas lebih dominan dari pada ideal
e. Menggunakan konsep kebebasan berfikir dan memisahkan antara sosialisme dengan agama
f. Ilmu adalah value-free (bebas nilai)
g. Yahudi dan Kristen Sebegai akar pemikiran barat menyimpan rasa (motif) permusuhan dengan umat Islam[2]
A. Bagaimana Pengaruh Pandangan barat terhadap umat agama Islam dalam memahami agamanya
Sekulerisasi menrupakan fenomena khas dalam dunia Kristen. Menurut bernad lewis, pemikir politik yang paling berpengaruh di amerika serikat sesudah berakhirnya perang dingin, “ sejak awal mula, kaum Kristen diajarkan—baik dalam persepsi maupun praktis—untuk memisahkan antara tuhan dan kaisar dan dipahamkan tentang adanya kewajiban yang berbeda antara keduamua”.[3]lebih lanjut leeuwen mencatat, penyebaran Kristen dieropa membawa pesan sekulerisasi. Kata leeuwen, “ kristenisasi dan sekulerisasi terlibar bersama dalam hubungan dialektikal.” Maka, menurutnya, persebtuhan antara sekuler barat de3ngan kultur trasisional relegius di timur tengah dan asia, adalah bermulanya babak baru dalam sejarah sekulerisasi, sebab kultur sekuler adalah hadiah Kristen kepada dunia.[4]
Pandangan lewis dan leeuwen merupakan babak baru dalam sejarah peradaban barat, di mana kekristenan telah mengalami tekanan berat, sehingga berupaya memperkecil dan membatasi wilayah otoritasnya. Gereja dipaksa menjadi sekuler, dengan melepas wilayah otoritasnya dalam dunia politik. Dalam sejarah Kristen erofa, kata secular dan liberal dimaknai sebagai pembebasan masyarakat dari cengkraman kekuasaan gereja, yang sangat kuat hegemoninya di zaman pertengahan.[5]
Mengapa barat kemudian memilih jalan hidup sekuler libral? Setidaknya ada tiga factor yang melatarbelakangi mengapa barat memilih jalan hidup sekuler liberal dan kemudian mengglobalkan pandangan hidup dan nilai-nilainya keseluruh dunia, termasuk di dunia islam. Pertama, trauma sejarah, khsusnya yang berhubungan dengan dominasi agama Kristen dizaman pertengahann. Kedua, problematika teks bible. Dan yang ketiga, problema teologis Kristen. Ketiga proplema itu terkait satu dengan yang lainsehingga memunculkan siakp traumatis terhadap agam, yang pada ujungnya melahirkan sikap berpikir sekuler-lebral dalam sejarah tradisi pemikiran barat. [6]
Jauh sebelum bernerd lewis dan muridnya, Samuel p. Huntington rajinmengangkat isu “the clash of civilization” yang makin hari arahnya makin jelas menghadap-hadapkan barat dan islam, sebenarnya kajian tentang peradaban barat sudah lama berkembang di kalangan ilmuan muslim. Abul hasan ali an-nadwi,Muhammad asad, Muhammad iqbal, abul a’la maududi, sayyid qutb, dan banyak lagi, telah memberikan kritikan analisis tajam tentang karakteristikperadaban barat.
Peradaban barat, menurut pemikir muslim yang terkenal asal india, abul hasan ali an-nadwi, adalah kelanjutan peradaban yunani dan romawi yang telah mewariskan kebudayaan politik, pemikiran, dan kebudayaan. Kebudayaan yunani yang menjadi inti kebudayaan barat, memiliki sejumlah “keistimewaan”, yaitu: (1) kepercyaan yang berlebihan terhadapkemampuan panca indera dengan meremehkan hal-hal yang di luar panca indera, (2) kelangkaan rasa keagamaan dan kerohanian, (3) sangat menjunjung tinggi kehidupan duniawi dan menaruh perhatian yang berkelebihan terhadap mamfaat dfan kenikmatan hidup, dan (4) memiliki kebanggaan “patriotism”. Semua itu dapat diringkas dalam satu kata, “materialism”. Peradaban romawi yang menggantikan peradaban yunani memiliki keunggulan dalam hal kekuatan, tata pemerintahan, luasnya wilayah, dan sifat-sifat kemiliteran. Romawi kemudian mewarisi peradaban yunani sampai ke akar-akarnya, sehingga bangsa romawi tidak lagi beda dengan bangsa yunani dalam karakteristik dasar. Keduanya memiliki kesamaan besar: mengagungkan hal nduniawi, skeptic terhadap agama, lemah iman,merehkan najaran dan praktek keagamaan, fanatic kebangsaan, serta patriotism yang berlebihan. Sejak semula mereka telah mengembangkan paham sekuralisme yang menganggap tuhan tidak berhak memasuki urusan politik maupun urusan keduniaan lainya.[7]
Muahammad asad (Leopold weiss) mencatat, peradaban barat modern hanya mengakui penyerahan manusia kepada tuntutan-tuntutan ekonomi, social, dan kebangsaan. Tuhan mereka yang sebenarnya bukanlah kebahagiaan spiritual melainkan keenakan, kenimatan duniawi. Mereka mewarisi watak nafsu untuk berkuasa dari peradaban romawi kuno. Konsep “keadilan” bagi romawi, adalah “keadilan” bagi orang-orang romawi saja. Sikap semacam itu hanya mungkin terjadi dalam peradaban yang berdasarkan pada konsepsi hidup yang sama sekali materealistik. Asad menilai, sumabangan agama Kristen terhadap peradaban barat sangalah kecil. Bahkan saripati peradaban barat itu sendiri sebenarnya irreligious.
(….so characteristic of modern western civilization, is as unacceptable to Christianity as it is to islam or any other religion, because it is irreligious in its very essence).[8]
Sayyid Qutb juga dikenal sangat kritis terhadap barat, terutama setelah berkunjung ke amerika tahun 1948-1950. Disana qutb belajar tentang metode pendidiksn barat (western methods of education). Pengalamanya yang lebih dua tahun di amerika itu, tampaknya menjadi “titik baik” yang penting dalam hidupnya. Ia kemudian menjadi kritikus barat yang ingin dan sekembalinya ke mesir pada 1952, ia bergabung dengan alikhwanul muslim. Qutb juga sangat dikenal sangat menekankan bahaya perang pemikiran. Dia menulis,
“ para pendjajah dewasa ini tidak mengalahkan kitka dengan senjata dan kekuatan, tetapi melalui orang-orang kita yang telah terjajah juwa dan fikirannya. Kita dikalahkan oleh dampak yang ditinggalkan oleh para imperialis pada departemen pendidikan dan pengajaran, juga di pers serta buku-buku. Kita kalah oleh pena-pena yang tenggelam dalam tintah kehinaan dan jiwa yang kerdil, sehingga pena-pena itu hanya bangga jika menulis tentang para pembesar prancis, inggris dan amerika.”[9]
Kritik-kritik para sarjana Muslim terkenal itu dikemukakan jauh sebelum perang dingin usai, dimana secara politis, dunia barat masih melakukan kerjasama dengan Negara-negara muslim untuk menghadapi musuh utama mereka, yaitu komunisme. Mereka melakukan kajian terhadap peradaban barat bukan karena kepentingan politik tetapi berusaha menyelami hakekat peradaban antara peradaban islam dan barat. Diantara mereka muncul cendikiawan terkemuka kelahiran bogor jawa barat, bernama syed Muhammadd Naquib al-attas. Dia mengumngkapkan pandangan yang lebih sistematis, filosofis, dan mendasartentang barat. Ia mengungkapkan, karena adanya perbedaan yang sangat fundamental antara peradaban bart dan peradaban islam, makan apa yang sesungguhnya terjadi disebutnya sebagai satu kondisi “ permanent confrontatioan” (konfrintasi permanen)atau konpik abadi.
Al-attas menghimbau agas kaum muslimin tidak alpa dan terlena dalam mengemban tugasnya sebagi umat islam. Umat islam tidak seharusnya secara bulat-bulat menerima dan mengharapkan yang sia-sia bantuan dan kerjasama serta persahabatan yang ikhlas dari yang lain. Ia mengajak umat islam merenungkan makna firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 120;
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”
Diingatkan pula oleh al-attas dengan yang bahasa lugas
“Bukankah dizaman kita ini pun jelas bahwa orang-orang yahudi dan Kristen –yang keduanya menjelmakan sifat asasi kebudayaan barat—memang tidak rela menerima baik seruan islam dan kaum muslimin, melainkan kita jua dikehendaki mereka mengikuti cara agamanya?—menganut sikap hidup yang berdasarkan semata-mata keutamaan, kebendaan, kenegaraan dan keduniawian.
Dan agama dijadikanya hanya sebagi alat bagi melayani hawa nafsu. Bukankah ilmu yang sebenarnya sudah sampai kepada kita? Maka mengapa pula kita membiarkan sahaj nasib umat kita dipimpin oleh pemimpin-pemimpin politik, kebudayaan dan ilmu pengetahuan dan juga ulama yang lemah dan palsu yang sebenarnya tiada sadar bahwa mereka sedang mengotori hawa nafsu kebudayaan barat.
Mereka membayangi kebudayaan barat dalam cara berfikir, dalam sikap beragama, dalam memahami nilai-nilai kebudayaan dan mengelirukan faham serta tujuan ilmu. Kepada kebudyaan baratkah akan kita berlindung, akan kita memohon pertolongan, yang akan mencegah tindak balasan Allah kelak? Waspadalh saudarahku muslimin sekalian”[10]
Saat ini, metode-metode filsafat bukan hanya digunakan untuk pengembangan ilmu-ilmu eksakta, tetapi ia juga digunakan sebagai pisau analisis untuk mengkaji berbagai cabang keilmuan lainnya, termasuk berbagai studi tentang agama. Inilah yang dilakukan oleh para orientalis dalam setiap kajian mereka tentang masyarakat timur, baik yang berkenaan dengan budaya maupun agama. Satu hal yang cukup berbahaya serta menodai objektivitas ilmu adalah ketika studi yang dikembangkan ini tidak hanya bertujuan untuk berkhidmah pada ilmu, tetapi telah disusupi kepentingan politik seperti imperialisme dan kolonialisme. Oleh sebab itu, seluruh cabang ilmu pengetahua yang berhasil mereka kembangkan, digunakan untuk mempelajari masyarakat Timur, tetapi bukan untuk mensejahterakan mereka. Ia digunakan untuk mencaplok mereka, baik dengan kekuatan militer maupun ideologi. Akibat dari upaya-paya tersebut, masyarakat Barat bukan hanya menjual produk-produk iptek, tetapi juga mereka “mendakwahkan” kultur (bahkan agama) yang mereka peluk. Akibatnya, masyarakat Timur bukan hanya mengkonsumsi produk teknologi, tetapi juga harus menelan pil pait kultur Barat yang bertentangan dnegan kultur Timur, bahkan merasa bangga mengikuti Barat secara membabi buta.Di antara pemikiran Barat yang saat ini dicangkokkan ke dalam pemikiran keagamaan (baca: Islam) adalah liberalisasi pemikiran, teologi inklusivisme, pluralisme, sekularisme, materialisme, Marxisme, kapitalisme dan lain sebagainya.[11]
Pada dasarnya, ketika buah pemikiran Barat modern tersebut dibawa ke dalam Islam, ia dapat menjadi unsur positif yang sangat bermanfaat untuk pengembangan studi Islam, tetapi pada waktu yang bersamaan ia juga dapat menjadi penyakit berbahaya. Terdapat banyak hal positif yang dapat kita ambil dari metode pemikiran Barat modern, tetapi juga terdapat duri yang—jika kita ingin—selamat, maka duri tersebut harus kita singkirkan dan setelah durinya tersingkir, kita bisa menikmati dagingnya tanpa was-was tertusuk duri.
Dengan kata lain, mengingat metode-metode tersebut lahir di Barat yang memiliki kultur dan pandangan hidup yang berbeda dengan Islam, maka Islam harus dijadikan sebagai “sabun” pembersih duri agar produk pemikiran Barat tersebut steril. Yang jadi persoalan kita adalah ketika produk Barat kita ekspor dan kita telan mentah-mentah tanpa melihat kondisi kita sebagai masyarakat Timur Muslim, padahal saat masyarakat Eropa mengambil metode pengembangan ilmu dari Islam, mereka juga tidak menelannya mentah-mentah.
Oleh sebab itu, jika kita sudah mensterilkan metode Barat dari warna Barat, maka hasil studi mereka tentang agama dan masyarakat dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperkaya khazanah Islam. Hal seperti inilah yang telah dilakukan oleh beberapa orientalis yang objektif ketika mereka mengkaji Islam. Mereka dapat menghasilkan karya tentang Islam, padahal umat Islam sendiri belum mencapai kesana. Selain itu, tidak akan ada pertentangan lagi antara studi Islam hasil kajian orientalis dengan hasil umat Islam. Yang akan bermasalah adalah ketika hasil kajian orientalis didompleng oleh kepentingan Kristenisasi atau kolonialiasi. Oleh sebab itu, ketika di Barat berbicara tentang kebebasan, maka kita dapat menerapkan kebebasan Barat dengan ukuran al-Quran. Demikian pula ketika kita melihat isu-isu HAM,demokratisasi,pluralisasi dan lain sebagainya.
Dengan kata lain, mengingat metode-metode tersebut lahir di Barat yang memiliki kultur dan pandangan hidup yang berbeda dengan Islam, maka Islam harus dijadikan sebagai “sabun” pembersih duri agar produk pemikiran Barat tersebut steril. Yang jadi persoalan kita adalah ketika produk Barat kita ekspor dan kita telan mentah-mentah tanpa melihat kondisi kita sebagai masyarakat Timur Muslim, padahal saat masyarakat Eropa mengambil metode pengembangan ilmu dari Islam, mereka juga tidak menelannya mentah-mentah.
Oleh sebab itu, jika kita sudah mensterilkan metode Barat dari warna Barat, maka hasil studi mereka tentang agama dan masyarakat dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperkaya khazanah Islam. Hal seperti inilah yang telah dilakukan oleh beberapa orientalis yang objektif ketika mereka mengkaji Islam. Mereka dapat menghasilkan karya tentang Islam, padahal umat Islam sendiri belum mencapai kesana. Selain itu, tidak akan ada pertentangan lagi antara studi Islam hasil kajian orientalis dengan hasil umat Islam. Yang akan bermasalah adalah ketika hasil kajian orientalis didompleng oleh kepentingan Kristenisasi atau kolonialiasi. Oleh sebab itu, ketika di Barat berbicara tentang kebebasan, maka kita dapat menerapkan kebebasan Barat dengan ukuran al-Quran. Demikian pula ketika kita melihat isu-isu HAM,demokratisasi,pluralisasi dan lain sebagainya.
PENUTUP DAN KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Jadi dari rahim islam tradisionalisme lahairlah islam neo-tradisionalisme ( pembaharuan tradisi, yaitu sebuah usaha pembaharuan yang menggunakan tradisi sebagai pintu masuknya. Dengan cara mengkemas menjadi sebuah potensi yang dapat mendorng kemajuan), yang dipelopori oleh gus dur dkk. Dan tradisonalisme radikal yang didukung oleh sejumlah kyai pesantren. Neo- Tradisionalisme membuka jalan bagi munculnya post-tradisionlalisme islam, sedangkan tradisionalaisme radikal menumbuhkan corak keagamaan neo-tradisionalisme radikal sebagi antitesa post-tradisionlisme islam.
Di sisi lain, dalam tubuh islam modern juga muncul atau berkembang beragam pemikiran yang secara garis besarnya dapat dipetakan menjadi tiga yaitu Neo-Modernisme, ahmad syafi’I maarif. islam transformative ( islam kiri), moeslim Abdurrahman dan islam salafi radikal ( bercorak islam puritan). Neo modernism islam dan islam transformative melahirkan generasi islam liberal yang corak pemikirannya bercorak post-puritanisme ( semangat untuk mengkritisi dan menyegarkan kembali proses purifikasi dan dinamisasi yang dilakukan oleh moderenisme islam awal. Ada sebuah usaha untuk melihat permasalahan tradisi dan budaya local melalui kultur bukan pendekatan aqidah)pendekatan , dan salafi radikal memunculkan neo salafiah. Kemunculan islam liberal banya ditentang dan memperoleh perlawanan yang gigih dari kaum neo- tradisionalisme radikal dan neo-salafiah radikal karena dalam pandangan mereka, usaha liberalisasi pemikiran dapat merusak islam itu sendiri.
Pengaruh pemikiran barat terhadap pemikiran orang Islam dalam kasus sekulerisme
1) Orang pertama yang mempopulerkan sekulerisme adalah George Holoyake ( 1846 ) seorang penulis Inggris
2) sekularisme menjelaskan pandangannya yang mendukung tata-nan sosial terpisah dari agama. (bukan hanya islam karena di eropa , sekulerisme merupakan pembebasan rakyat eropa terhadap doktrinisasi gereja)
3) Sekulerisme berbeda dengan Atheisme. Karena kaum sekuler ma-sih mempercayai adanya Tuhan, sehingga ideologi yang terbangun khususnya oleh umat islam saat ini terkesan dinamis namun diskontruktif.
4) Sekulerisme merupakan faham yang menjadikan dunia sebagai surga, sehingga lebih cenderung bersifat materialistis, patriotism, liberalis, pragmatis dan positivistic. Ketika dikaitkan dengan pengaruhnya terhadap pemikran orang Islam akan terlihat jelas dalam perubahan budaya kehidupan orang Islam yang cenderung kebarat-baratan ; elitis, trendis, exklusif, hidup bebas, bebas nilai dan sejenisnya
5) Sekuleris Islam lebih menonjolkan sifat humanis, sosialis sebagai bentuk ibadahnya dan mengutamakan penilaian objektif, rasional, empiris, logis, daripada religiusitasnya
6) Sekuleris Islam mengedepankan ayat-ayat alam (fenomenologi) sebagai pedoman hidup
B. PENUTUP
Mau tidak mau kita sebagai muslim harus menerima kenyataan ini, Sekulerisasi (ideology) telah didepan mata, globalisasi telah nyata (ekonomis) dan hedonism (kultur) ada dimana-mana, yang terpenting marilah kita buktikan bahwa agama Islam adalah agama yang menekankan ajaran kebenaran, tidak ada keburukan dalam Islam dan seluruh kebenaran adalah Islam.
1. Jalan yang harus ditempuh bukanlah apatis atau anarkis apalagi menghindar, salah satu poin penting dari ini semua adalah karena kita jarang belajar daripada mereka, kita termabokan sejarah (romantism) Islam yang begitu sempurna tanpa mempelajarinya, mengagungkan nabi kita tanpa mengamalkan apa yang beliau contohkan, sehingga mereka lebih dinamis daripada kita.
2. Bukan inverior atau rendah diri, tapi ini nyata, banyak produk mereka yang kita gunakan, banyak hasil keilmuan mereka yang kita banggakan, bukankah mereka lebih bermanfaat di dunia (milik Allah) ini, tanpa produk dan pemikiran mereka apakah sekarang kita dapat belajar dengan nyaman, berkomunikasi dengan lancar bahkan mungkin ibadah kita kepada Allah tidak sempurna jika segala produk mereka hanya tertutup untuk mereka.
3. Mari bersama kita bangkit, menampakan ilmu-ilmu yang sudah sempurna dalam sumber dari segala sumber (Al-Qur’an) sehingga kita tidak lagi konsumtif terhadap produk mereka, dan tunjukan pada DUNIA, hanya Islam agama yang Rahmatal lil alamin
4. Mohon maaf jika ada salah kata dan penulisan, kami penulis hanyalah insane yang masih dalam proses belajar, kami butuh saran dan kritik yang membangun guna perbaikan diri dan khusunya makalah ini, akhirnya semoga kita termasuk hamba yang senantiasa belajar dan memiliki manfaat, tiada lain hanyalah untuk ridlo Allah SWT. A M I I N
[1] Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. Islam and Secularism, diterbitkan oleh ABIM pertama kali pada 1978. Kuala Lumpur: ISTAC, 1993
[2] Maryam jameela, dalam buku husaini adian, wajah peradaban barat; Jakarta gema insane 2005. Hal 234
[3] Bernad lewis, what went wrong?; westrn impact and middle eastern response, ( London; ponixs 2002) hal. 115.
[4] Pendapat leeuwen dikutip dalam buku husaini adian, wajah peradaban barat; Jakarta gema insane 2005. Hal. 28
[5] husaini adian, wajah peradaban barat; Jakarta gema insane 2005. Hal. 29
[6] ibid
[7] Abul hasan ali an nadwi, dalam buku husaini adian, wajah peradaban barat; Jakarta gema insane 2005. Hal 232
[8] Muhammad asad, dalam buku husaini adian, wajah peradaban barat; Jakarta gema insane 2005. Hal 232
[9] Sayyid Qutb, dalam buku husaini adian, wajah peradaban barat; Jakarta gema insane 2005. Hal 233
[10] Al-attas. 2001, Risalah Untuk Kaum Muslimin, kuala lumpur; ISTAC. Hal. 16
[11] : http//www. Cecep Taufikurrohman . Aliran Pemikiran Modern Dan Pengaruhnya Terhadap Studi Islam
Langganan:
Postingan (Atom)