1. Pengertian Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak
- Pengertian Internalisasi
- Secara etimologis internalisasi berasal dari kata intern atau kata internal yang berarti bagian dalam atau di dalam. Sedangkan internalisasi berarti penghayatan (Peter and Yeni, 1991: 576).
- Internalisasi adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku ( Kamus Besar, 2002: 439).
- Internalisasi adalah pengaturan kedalam fikiran atau kepribadian, perbuatan nilai-nilai, patokan-patokan ide atau praktek-praktek dari orang-orang lain menjadi bagian dari diri sendiri (Kartono, 2000: 236).
Dari pengertian diatas, maka dapat diuraikan bahwa internalisasi yang di maksud oleh penulis disini adalah penghayatan para siswa dalam menerima dan menindak lanjuti pelajaran Al-qur’an Hadits yang mereka terimah di bangku sekolah, sehingga pelajaran tersebut tidak hanya merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat kognisi saja, akan tetapi pengetahuan yang lebih efektif dan mewujudkan dalam perbuatan dan mejadi sebuah pedoman hidup.
- Nilai
a. Nilai adalah sifat-sifat, hal-hal yang berguna penting bagi kemanusiaan (DEPDIKBUD, 1998; 25),
b. Sedangkan menurut Soekamto (1981; 25), nilai adalah sesuatu yang dapat di jadikan sasaran untuk mencapai tujuan yang menjadi sifat keseluruhan tatanan yang terdiri dari dua atau lebih dari komponen yang satu sama lainnya saling mempengaruhi atau bekerja dalam satu kesatuan atau keterpaduan yang bulat dan berorientasi kepada nilai dan moralitas islami.
c. Nilai dalam kamus besar bahasa indonesia (2002, 783) berarti harga, angka kepandaian, banya sedikitnya isi atau sesuatu yang mnnyempurnakan manusia sesuai dengan hakekatnya.
d. Nilai adalah suatu pola normatif, yang menentukan tingkahlaku yang diinginkan bagi suatu sistem yang ada kaitannya, dengan lingkungan sekitar tanpa membedakan fungsi-fungsinya ( Kartawisastra, dkk vol. 5,1980:1).
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai akhlak adalah nilai normatif yang menentukan tingkahlaku yang di inginkan bagi suatu sistem yang mendidik sesuai dengan tuntunan islam menuju terbentuknya kepribadian muslim.
- Pengertian Akhlak
- Menurut Yunahar Ilyas (2002: 1) bahwa aklak berasal dari bahasa arab, secara etimologis adalah berasal dari bentuk jama’ dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Atau besasal dari kata khalaqa yang berarti menciptakan, seakar dengan kata khaliq yang berarti pencipta, makhluk berarti yang diciptakan, dan khalq yang berarti penciptaan. Sedangkan menurut istilah adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, sehingga dia akan muncul secara spontan bila mana diperlukan, tampa memerlukan pemikiran dan pertimbangan telebih dahulu serta tidak memerlukan dorongan dari luar.
- Menurut Imam al-ghazali sebagamana yang dikutip oleh islail thabib (1992: 2) bahwa akhlak adalah:
فالخلق عبارة عن هيئة فى النفس راسخة عنها تصدر الأفعال
يسهولة ويسر من غير حا جة إلى فكر وروية
Artinya ” akhlak adalah pernyataan gerak-gerik dalam jiwa yang tertanam didalamnya, sehingga menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah melakukannya tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan”.
- Ahmad Amin mendefinisikan akhlak sebagai kehendak yang dibiasakan. Maksudnya, sesuatu yang mencirikan akhlak itu ialah kehendak yang dibiasakan. Artinya kehendak itu apabila membiasakan sesuatu, maka kebiasaan itu dinakmakan akhlak Ahmad Amin menjelaskan arti kehendak itu ialah ketentuan daripada beberapa keinginan manusia. Manakala kebiasaan pula ialah perbuatan yang diulang-ulang sehingga mudah melakukannya. Daripada kehendak dan kebiasaan ini mempunyai kekuatan kearahmenimbulkan apa yang disebut akhlak.
- Ibnu Maskawayh mengatakan akhlak ialah suatu keadaan bagi diri atau jiwa yang mendorong (diri atau jiwa itu) untuk melakukan perbuatan dengan senang tanpa didahului oleh daya pemikiran karena sudah menjadi kebiasaan. (alias.tripod.com/ pengertian akhlak):
Tidak ada komentar:
Posting Komentar